Minta Nelayan Waspada, Ombak Bisa Capai 4,8 Meter

BERANGKAT: Dua nelayan di Kota Probolinggo, berangkat melaut untuk mencari ikan, beberapa waktu lalu. BMKG memprediksi hari ini gelombang laut akan meninggi hingga mencapai 4,8 meter. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Surabaya memperkirakan gelombang di perairan selatan Jawa Timur dan Selat Hindia Selatan, meningkat. Karenanya, nelayan yang hendak melaut diminta lebih waspada. Apalagi, kini di Probolinggo masuk musim angin gending.

Kasi Pengelolaan dan Perawatan UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Kota Probolinggo Arif Wahyudi mengatakan, gelombang tinggi ini diperkirakan akan terjadi selama 24 jam mulai Minggu (19/7) pukul 07.00.

Hal ini akan terjadi di Selat Hindia Selatan dan bagian selatan Jawa. Karenanya, BMKG memberikan peringatan dini dengan kode merah. Tujuannya, agar nelayan waspada atau bahkan tidak diperkenankan melaut.

“Ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 0,5–1,5 meter; di Laut Jawa bagian timur antara 0,8–2,3 meter; sedangkan di Selat Hindia Selatan Jatim antara 2,3–4,8 meter. Dengan data itu, yang perlu diwaspadai ketika nelayan hendak mencari ikan di Selatan Jawa dan Selat Hindia Selatan. Mengingat, ombaknya tinggi,” ujar Arif.

Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat terjadi di Laut Jawa utara Bawean, Perairan Masalembu, Selat Madura, dan perairan selatan Jatim. Adapun kondisi angin didominasi dari arah timur-tenggara. “Kecepatan angin maksimum di laut Jawa bagian timur dan Selat Hindia Selatan Jatim sebesar 21 knot atau 39 kilometer per jam,” jelasnya.

Arif mengatakan, kondisi itu akan terus update saban hari. Serta, bisa diakses oleh nelayan guna mengetahui situasi dan kondisi gelombang laut. “Selain para nelayan bisa melihat di situs resmi, di kantor juga kami paparkan. Ada tabel data ter-update untuk situasi gelombang dan cuaca setiap harinya,” ujarnya. (rpd/rud)