alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Sekolah Tatap Muka di Probolinggo Bertambah

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Probolinggo terus dilakukan. Saat ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat terus menambah lembaga atau sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka.

Di tiap kecamatan ada 10 SD dan 5 SMP/MTs yang menggelar pembelajaran tatap muka. Semuanya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Jadi, setiap kecamatan sudah ada 15 lembaga yang menggelar pembelajaran tatap muka. Untuk kuota siswa tetap dibatasi 50 persen,” terang Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo H. Fathur Rozi.

Menurut Rozi –panggilannya–, pembelajaran tatap muka mulai dilaksanakan di sebagian lembaga SDN/SMPN. Evaluasi pun terus dilakukan untuk memastikan pembelajaran tatap muka berjalan sesuai rencana dan menerapkan protokol kesehatan.

”Jika ada sekolah yang ditemukan tak menjalankan protokol kesehatan, kami tak segan menutup sekolah itu. Tujuannya, agar penyebaran Covid-19 tidak terjadi di klaster pendidikan,” katanya.

Saat awal dilaksanakan, pembelajaran tatap muka diikuti empat SD dan dua SMP/MTs di tiap kecamatan. Evaluasi mingguan pun terus dilakukan. Hasilnya, progres pembelajaran tatap muka berjalan dengan baik.

Semua sekolah di 24 kecamatan menjalankan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Kasus Covid-19 di lingkungan pendidikan juga tidak ditemukan. Karena itulah, jumlah lembaga yang menggelar pembelajaran tatap muka ditambah.

Ia pun berharap uji coba pembelajaran tatap muka ini terus berjalan dengan baik. Harapannya, tahun ajaran baru yang diperkirakan Juli mendatang sudah berjalan dengan normal.

“Butuh dukungan dari semua lapisan, terutama untuk memutus peredaran Covid-19, utamanya tidak sampai terjadi di lingkungan pendidikan. Kami terus evaluasi setiap minggu,” tuturnya. (mas/hn)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Probolinggo terus dilakukan. Saat ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat terus menambah lembaga atau sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka.

Di tiap kecamatan ada 10 SD dan 5 SMP/MTs yang menggelar pembelajaran tatap muka. Semuanya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Jadi, setiap kecamatan sudah ada 15 lembaga yang menggelar pembelajaran tatap muka. Untuk kuota siswa tetap dibatasi 50 persen,” terang Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo H. Fathur Rozi.

Menurut Rozi –panggilannya–, pembelajaran tatap muka mulai dilaksanakan di sebagian lembaga SDN/SMPN. Evaluasi pun terus dilakukan untuk memastikan pembelajaran tatap muka berjalan sesuai rencana dan menerapkan protokol kesehatan.

”Jika ada sekolah yang ditemukan tak menjalankan protokol kesehatan, kami tak segan menutup sekolah itu. Tujuannya, agar penyebaran Covid-19 tidak terjadi di klaster pendidikan,” katanya.

Saat awal dilaksanakan, pembelajaran tatap muka diikuti empat SD dan dua SMP/MTs di tiap kecamatan. Evaluasi mingguan pun terus dilakukan. Hasilnya, progres pembelajaran tatap muka berjalan dengan baik.

Semua sekolah di 24 kecamatan menjalankan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Kasus Covid-19 di lingkungan pendidikan juga tidak ditemukan. Karena itulah, jumlah lembaga yang menggelar pembelajaran tatap muka ditambah.

Ia pun berharap uji coba pembelajaran tatap muka ini terus berjalan dengan baik. Harapannya, tahun ajaran baru yang diperkirakan Juli mendatang sudah berjalan dengan normal.

“Butuh dukungan dari semua lapisan, terutama untuk memutus peredaran Covid-19, utamanya tidak sampai terjadi di lingkungan pendidikan. Kami terus evaluasi setiap minggu,” tuturnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/