Bupati Probolinggo Perbolehkan Salat Id, dengan Syarat….

MAYANGAN, Radar Bromo – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari mempersilakan masyarakat untuk melakukan salat Id dengan persyaratan tertentu. Di antaranya, masjid tempat salat Id tidak termasuk zona merah.

Hal ini diungkapkan Bupati, Senin (18/5) saat rilis gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo di pendapa setempat. Menurutnya, salat Id boleh dilakukan.

“Salat Idul Fitri boleh dilakukan dan dilaksanakan masyarakat oleh takmir masjid. Dengan syarat masjid tersebut bukan pada wilayah dusun zona merah. Yaitu dusun di mana ada warganya yang terkonfirmasi positif korona,” ujar Tantri.

Salat Id juga boleh dilakukan di dusun yang diyatakan bersih dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Selain itu, salat Id ini juga harus mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin ketat.

“Harus menjaga dan mengatur saf salat dengan jarak 1 meter. Tidak hanya dengan jamaah di samping, tapi juga jamaah di depan. Sehingga membentuk pola zig-zag,” ujarnya.

Takmir masjid juga berkewajiban untuk mengatur pelaksanaan salat Idul Fitri agar tidak menimbulkan potensi gerombolan. Salah satunya di teras masjid ketika warga keluar dari masjid untuk mengambil sandal.

“Takmir masjid menyediakan tas kresek, begitu masyarakat datang sandal masuk tas kresek. Meminimalkan penumpukan warga di teras karena mencari sandal,” ujar bupati dua periode ini.

Selain itu, takmir juga menyarankan agar tidak ada kontak fisik. Seperti bersalaman setelah salat Id yang biasa dilakukan di kondisi normal. (put/hn)