alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Dikelola Pihak Ketiga, Temui Anggaran Pemkot untuk Museum Rasulullah

KANIGARAN, Radar BromoSejak tahun 2020, Museum Probolinggo di Kota Probolinggo dikelola pihak ketiga. Namun, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Probolinggo menemukan adanya anggaran untuk kegiatan di Museum Probolinggo.

Anggota Banggar Sibro Malisi mengatakan, ada anggaran sewa sound system dan makan-minum (mamin) di museum. Bahkan, ada juga anggaran untuk konsultasi museum.

“Sepemahaman saya saat ini museum dikelola oleh pihak ketiga. Tapi kenapa kok ada anggaran kegiatan sewa sound system dan makan-minum di museum? Seharusnya kan tidak bisa,” katanya.

Banggar mengetahui hal itu saat membahas LKPj Wali Kota Probolinggo. Bahkan, Banggar juga menemukan adanya anggaran konsultasi museum. “Ada juga anggaran konsultasi museum sebesar Rp 100 juta. Ini anggarannya untuk apa?” tanyanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch Maskur membenarkan temuan Banggar. Memang menurutnya ada anggaran untuk sewa sound system dan makanan-minuman. Semuanya untuk kebutuhan launching Museum Rasulullah.

“Anggaran itu untuk kegiatan launching Museum Rasulullah. Sehingga ada sewa sound system dan makanan-minuman,” terangnya.

Sementara anggaran konsultasi museum, menurut Maskur, digunakan untuk biaya berkerja sama dengan Universitas Brawijaya. “Ada masukan dari kepala daerah untuk melakukan kajian tentang museum artefak Rasulullah. Sehinga, ada kerja sama konsultasi dengan Universitas Brawijaya. Bisa dimungkinkan museum Rasulullah yang saat ini ada di Museum Probolinggo menempati lokasi yang baru,” terangnya. (put/hn)

 

KANIGARAN, Radar BromoSejak tahun 2020, Museum Probolinggo di Kota Probolinggo dikelola pihak ketiga. Namun, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Probolinggo menemukan adanya anggaran untuk kegiatan di Museum Probolinggo.

Anggota Banggar Sibro Malisi mengatakan, ada anggaran sewa sound system dan makan-minum (mamin) di museum. Bahkan, ada juga anggaran untuk konsultasi museum.

“Sepemahaman saya saat ini museum dikelola oleh pihak ketiga. Tapi kenapa kok ada anggaran kegiatan sewa sound system dan makan-minum di museum? Seharusnya kan tidak bisa,” katanya.

Banggar mengetahui hal itu saat membahas LKPj Wali Kota Probolinggo. Bahkan, Banggar juga menemukan adanya anggaran konsultasi museum. “Ada juga anggaran konsultasi museum sebesar Rp 100 juta. Ini anggarannya untuk apa?” tanyanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo Moch Maskur membenarkan temuan Banggar. Memang menurutnya ada anggaran untuk sewa sound system dan makanan-minuman. Semuanya untuk kebutuhan launching Museum Rasulullah.

“Anggaran itu untuk kegiatan launching Museum Rasulullah. Sehingga ada sewa sound system dan makanan-minuman,” terangnya.

Sementara anggaran konsultasi museum, menurut Maskur, digunakan untuk biaya berkerja sama dengan Universitas Brawijaya. “Ada masukan dari kepala daerah untuk melakukan kajian tentang museum artefak Rasulullah. Sehinga, ada kerja sama konsultasi dengan Universitas Brawijaya. Bisa dimungkinkan museum Rasulullah yang saat ini ada di Museum Probolinggo menempati lokasi yang baru,” terangnya. (put/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/