alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dewan Nilai RPJMD Perlu Direvisi, Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Turunnya pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo menjadi sorotan Badan Anggaran DPRD Kota Probolinggo. Begitu juga dengan meningkatnya angka kemiskinan. Di sisi lain, tidak ada evaluasi terhadap Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJM).

Karenanya, dikhawatirkan program-program yang dilaksanakan tidak sesuai target. Hal ini disampaikan oleh anggota Banggar, Mukhlas Kurniawan. Menurutnya, jika dibandingkan 2019, pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo menurun. Di sisi lain, angka kemiskinan naik. Dari 6,91 persen pada 2019 menjadi 7,43 persen pada 2020.

“Apakah tidak perlu dievaluasi RPJMD? RPJMD dan rencana strategis tidak pernah dievaluasi untuk menyesuaikan dengan visi-misi wali kota,” ujar legislator dari Fraksi Golkar itu dalam Rapat Banggar bersama TAPD, Sabtu (17/4).

Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Tartib Gunawan mengatakan, tahun ini ada rencana merevisi RPJMD. “Pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo memang turun karena pandemi Covid-19. Begitu juga angka kemiskinan mengalami kenaikan. Di Jawa Timur, juga mengalami kenaikan karena pandemi,” jelasnya.

Ia memastikan RPJMD perlu direvisi. Jika tidak direvisi, maka target program pembangunan tidak akan tercapai. “Tahun 2020 APBD Kota Probolinggo sudah terkoreksi sebesar Rp 150 miliar,” ujarnya. (put/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN, Radar Bromo – Turunnya pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo menjadi sorotan Badan Anggaran DPRD Kota Probolinggo. Begitu juga dengan meningkatnya angka kemiskinan. Di sisi lain, tidak ada evaluasi terhadap Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJM).

Karenanya, dikhawatirkan program-program yang dilaksanakan tidak sesuai target. Hal ini disampaikan oleh anggota Banggar, Mukhlas Kurniawan. Menurutnya, jika dibandingkan 2019, pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo menurun. Di sisi lain, angka kemiskinan naik. Dari 6,91 persen pada 2019 menjadi 7,43 persen pada 2020.

“Apakah tidak perlu dievaluasi RPJMD? RPJMD dan rencana strategis tidak pernah dievaluasi untuk menyesuaikan dengan visi-misi wali kota,” ujar legislator dari Fraksi Golkar itu dalam Rapat Banggar bersama TAPD, Sabtu (17/4).

Mobile_AP_Half Page

Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Tartib Gunawan mengatakan, tahun ini ada rencana merevisi RPJMD. “Pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo memang turun karena pandemi Covid-19. Begitu juga angka kemiskinan mengalami kenaikan. Di Jawa Timur, juga mengalami kenaikan karena pandemi,” jelasnya.

Ia memastikan RPJMD perlu direvisi. Jika tidak direvisi, maka target program pembangunan tidak akan tercapai. “Tahun 2020 APBD Kota Probolinggo sudah terkoreksi sebesar Rp 150 miliar,” ujarnya. (put/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2