alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Target Retribusi Taman Wisata Studi Lingkungan Naik Lipat Tiga

MAYANGAN, Radar Bromo – Hampir dua tahun sejak pandemi terjadi, seluruh tempat wisata harus tiarap. Kunjungan turun drastis dan tentu saja berpengaruh ke pemasukan. Seiring mulai membaiknya kondisi pandemi, pelan-pelan tempat wisata mulai berangsur pulih. Bahkan sektor-sektor milik pemerintah kini mulai pasang target.

Tilik saja di Kota Probolinggo. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo berani menaikkan target retribusi taman wisata studi lingkungan (TWSL) hingga lipat tiga. DLH memasang target Rp 600 juta untuk tahun ini.

Kepala DLH Kota Probolinggo, Rahma Deta Antariksa mengungkapkan, target TWSL naik Rp 400 juta dibandingkan tahun lalu. Sebab, realisasi hingga akhir 2021, target sebesar Rp 200 juta bisa terlampaui. Retribusi TWSL menyumbang pendapatan sebesar Rp 220 juta.

“Tahun lalu di atas 100 persen, makanya kami naikkan. Kenaikannya hingga lipat tiga. Kalau tahun ini kami targetkan bisa Rp 600 juta,” ungkapnya.

Deta menjelaskan, retribusi ini didapatkan dari pengunjung yang datang. Untuk anak anak, ditarik Rp 6.000 sementara orang dewasa sebesar Rp 8.000. Selama ini, TWSL rutin didatangi oleh sekolah di Kota Probolinggo, untuk berdarmawisata di kebun binatang (bonbin) mini itu.

“Selama ini, banyak siswa TK dan SD yang datang ke TWSL. Dengan cukup membayar Rp 6.000 per anak, mereka sudah bisa berkeliling areal TWSL,” jelas Deta.

MAYANGAN, Radar Bromo – Hampir dua tahun sejak pandemi terjadi, seluruh tempat wisata harus tiarap. Kunjungan turun drastis dan tentu saja berpengaruh ke pemasukan. Seiring mulai membaiknya kondisi pandemi, pelan-pelan tempat wisata mulai berangsur pulih. Bahkan sektor-sektor milik pemerintah kini mulai pasang target.

Tilik saja di Kota Probolinggo. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo berani menaikkan target retribusi taman wisata studi lingkungan (TWSL) hingga lipat tiga. DLH memasang target Rp 600 juta untuk tahun ini.

Kepala DLH Kota Probolinggo, Rahma Deta Antariksa mengungkapkan, target TWSL naik Rp 400 juta dibandingkan tahun lalu. Sebab, realisasi hingga akhir 2021, target sebesar Rp 200 juta bisa terlampaui. Retribusi TWSL menyumbang pendapatan sebesar Rp 220 juta.

“Tahun lalu di atas 100 persen, makanya kami naikkan. Kenaikannya hingga lipat tiga. Kalau tahun ini kami targetkan bisa Rp 600 juta,” ungkapnya.

Deta menjelaskan, retribusi ini didapatkan dari pengunjung yang datang. Untuk anak anak, ditarik Rp 6.000 sementara orang dewasa sebesar Rp 8.000. Selama ini, TWSL rutin didatangi oleh sekolah di Kota Probolinggo, untuk berdarmawisata di kebun binatang (bonbin) mini itu.

“Selama ini, banyak siswa TK dan SD yang datang ke TWSL. Dengan cukup membayar Rp 6.000 per anak, mereka sudah bisa berkeliling areal TWSL,” jelas Deta.

MOST READ

BERITA TERBARU

/