alexametrics
29.1 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Tak Tambah Pita Kejut di Kota Probolinggo Tahun Ini

MAYANGAN, Radar Bromo – Jumlah pita kejut di Kota Probolinggo saat ini tersebar di 38 titik. Rata rata pemasangannya dilakukan di dekat keberadaan zona selamat sekolah (ZOSS). Tahun ini dipastikan tidak ada penambahan pita kejut baru di Kota probolinggo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Agus Effendi mengungkapkan, ada 18 ruas jalan yang memiliki pita kejut. Di antaranya, Jalan DI Panjaitan, Jalan Suroyo, Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Dr. Moh. Saleh. Rata rata berkisar antara dua hingga tiga buah di satu lokasi.

Selama ini, pemasangan pita kejut memang dilakukan di dekat lokasi sekolah. Sebab, ini digunakan untuk mendukung marka ZOSS. Seperti yang bisa dilihat di Jalan Suroyo di mana pita kejut dipasang di dekat sekolah Taman Madya dan TK Tunas Harapan.

“Tapi ada juga di dekat perlintasan sebidang. Seperti di dekat perlintasan KA di Jalan Basuki Rahmat. Sebab pita kejut ini untuk mendukung keselamatan berlalu lintas bagi pengguna jalan,” ungkapnya.

Agus menjelaskanm untuk penambahan pita kejut menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Semakin meningkatnya lalu lintas di jalan, maka di lokasi itu perlu dilakukan penambahan. Sehingga bisa mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan bagi pengguna jalan.

Untuk tahun ini, Dishub memang tidak mengalokasikan penambahan markah jalan. Tentunya sebelum penambahan, pihaknya akan melakukan perencaanaan dengan identifikasi di lapangan terkait kelayakan kondisi aspal jalan setempat.

“Untuk tahun ini memang tidak ada. Kami pasang sesuai kebutuhan di lapangan. Tujuan utama kan demi keselamatan masyarakat,” terang Agus. (riz/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Jumlah pita kejut di Kota Probolinggo saat ini tersebar di 38 titik. Rata rata pemasangannya dilakukan di dekat keberadaan zona selamat sekolah (ZOSS). Tahun ini dipastikan tidak ada penambahan pita kejut baru di Kota probolinggo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Agus Effendi mengungkapkan, ada 18 ruas jalan yang memiliki pita kejut. Di antaranya, Jalan DI Panjaitan, Jalan Suroyo, Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Dr. Moh. Saleh. Rata rata berkisar antara dua hingga tiga buah di satu lokasi.

Selama ini, pemasangan pita kejut memang dilakukan di dekat lokasi sekolah. Sebab, ini digunakan untuk mendukung marka ZOSS. Seperti yang bisa dilihat di Jalan Suroyo di mana pita kejut dipasang di dekat sekolah Taman Madya dan TK Tunas Harapan.

“Tapi ada juga di dekat perlintasan sebidang. Seperti di dekat perlintasan KA di Jalan Basuki Rahmat. Sebab pita kejut ini untuk mendukung keselamatan berlalu lintas bagi pengguna jalan,” ungkapnya.

Agus menjelaskanm untuk penambahan pita kejut menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Semakin meningkatnya lalu lintas di jalan, maka di lokasi itu perlu dilakukan penambahan. Sehingga bisa mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan bagi pengguna jalan.

Untuk tahun ini, Dishub memang tidak mengalokasikan penambahan markah jalan. Tentunya sebelum penambahan, pihaknya akan melakukan perencaanaan dengan identifikasi di lapangan terkait kelayakan kondisi aspal jalan setempat.

“Untuk tahun ini memang tidak ada. Kami pasang sesuai kebutuhan di lapangan. Tujuan utama kan demi keselamatan masyarakat,” terang Agus. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/