alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Penghitungan Pilkades Desa Guyangan Digelar sampai Dini Hari

”Pegangan perjanjian itu ternyata tata tertib kampanye dan hari tenang. Sedangkan tadi malam (kemarin, Red) sudah tanggal 17 pencoblosan dan tata tertib itu secara otomatis tidak berlaku. Kemudian, tidak dapat panitia menggugurkan calon kades,” katanya.

Ugas menegaskan, panitia dari tingkat KPPS, panlih desa maupun sampai panitia kabupaten, tidak dapat menggugurkan cakades. Akhirnya, pihaknya menegaskan jika ketiga cakades itu protes dan curigai ada kecurangan oleh salah satu calon, bisa ditempuh dengan jalur hukum gugatan ke PTUN.

”Jika masih tidak mau dengan mediasi, kami persilahkan lakukan coblos ulang di TPS itu saja. Di Guyangan itu ada 5 TPS. Sebanyak 3 TPS sudah terhitung, sisa 2 TPS lagi. Satu TPS sudah proses hitung dapat separo dan satunya masih baru mulai. Dari 3 TPS yang sudah dihitung, calon incumbent menang jauh selisih 300 suara,” terangnya.

Ugas menambahkan, pihaknya juga sudah jelaskan pada ketiga cakades dan tim suksesnya. Jika memang masih keberatan keputusan panitia, dipersilahkan mengajukan gugatan ke PTUN. Pihaknya juga siap fasilitasi pencoblosan ulang, tapi hanya di 1 TPS yang dicuriga ketiga cakades ada kecurangan.

”Kami juga apresiasi pada petugas pengamanan, khususnya pak Kapolres Arsya. Karena sigap turun langsung amankan lokasi yang terjadi kerawanan. Termasuk membantu proses mediasi,” terangnya.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, polemik dalam pelaksanaan pilkades serentak itu biasa terjadi. Terpenting, bagaimana menyelesaikan polemik dengan cara mediasi. Dirinya hadir langsung ke lokasi, untuk melakukan pengamanan dan memastikan tidak terjadi keributan di luar dugaan. Termasuk berusaha memediasi semua pihak.

”Alhamdulillah, setelah dimediasi beberapa jam lamanya. Semau calon kades menerima keputusan panitia dan penghitungan suara tuntas dilakukan dengan aman,” terangnya. (mas/fun)

”Pegangan perjanjian itu ternyata tata tertib kampanye dan hari tenang. Sedangkan tadi malam (kemarin, Red) sudah tanggal 17 pencoblosan dan tata tertib itu secara otomatis tidak berlaku. Kemudian, tidak dapat panitia menggugurkan calon kades,” katanya.

Ugas menegaskan, panitia dari tingkat KPPS, panlih desa maupun sampai panitia kabupaten, tidak dapat menggugurkan cakades. Akhirnya, pihaknya menegaskan jika ketiga cakades itu protes dan curigai ada kecurangan oleh salah satu calon, bisa ditempuh dengan jalur hukum gugatan ke PTUN.

”Jika masih tidak mau dengan mediasi, kami persilahkan lakukan coblos ulang di TPS itu saja. Di Guyangan itu ada 5 TPS. Sebanyak 3 TPS sudah terhitung, sisa 2 TPS lagi. Satu TPS sudah proses hitung dapat separo dan satunya masih baru mulai. Dari 3 TPS yang sudah dihitung, calon incumbent menang jauh selisih 300 suara,” terangnya.

Ugas menambahkan, pihaknya juga sudah jelaskan pada ketiga cakades dan tim suksesnya. Jika memang masih keberatan keputusan panitia, dipersilahkan mengajukan gugatan ke PTUN. Pihaknya juga siap fasilitasi pencoblosan ulang, tapi hanya di 1 TPS yang dicuriga ketiga cakades ada kecurangan.

”Kami juga apresiasi pada petugas pengamanan, khususnya pak Kapolres Arsya. Karena sigap turun langsung amankan lokasi yang terjadi kerawanan. Termasuk membantu proses mediasi,” terangnya.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, polemik dalam pelaksanaan pilkades serentak itu biasa terjadi. Terpenting, bagaimana menyelesaikan polemik dengan cara mediasi. Dirinya hadir langsung ke lokasi, untuk melakukan pengamanan dan memastikan tidak terjadi keributan di luar dugaan. Termasuk berusaha memediasi semua pihak.

”Alhamdulillah, setelah dimediasi beberapa jam lamanya. Semau calon kades menerima keputusan panitia dan penghitungan suara tuntas dilakukan dengan aman,” terangnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/