alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Penghitungan Pilkades Desa Guyangan Digelar sampai Dini Hari

KRUCIL, Radar Bromo – Secara keseluruhan pelaksanaan pilkades serentak tahap dua di Kabupaten Probolinggo, terbilang kondusif. Hanya ada insiden-insiden kecil yang sempat terjadi dan mampu diatasi berkat sigapnya panitia pemilihan, pemkab hingga aparat keamanan.

Insiden-insiden kecil itu seperti yang terjadi di Desa Guyangan, Kecamatan Krucil. Penghitungan suara di desa ini baru tuntas Jumat (18/2) dini hari. Persis saat jarum jam menunjukkan sekitar pukul 01.00.

Lamanya penghitungan suara itu setelah sempat terjadi protes dan desakan calon kepala desa incumbent digugurkan. Dengan tudingan, adanya kecurangan yang dilakukan calon incumbent.

Memanasnya pilkades di Guyangan bahkan memantik Panitia Kabupaten dan Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi. Begitui ada laporan, aparat turun langsung ke TPS Desa Guyangan. Mediasi yang dilakukan mulai pukul 22.00, Kamis malam (17/2), akhirnya berhasil damaikan semua pihak dan penghitungan tuntas pukul 01.00, Jumat dini hari.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto saat dikonfirmasi mengatakan, penghitungan suara pilkades di Desa Guyangan sempat terhambat. Saat ada informasi, adanya protes dan desakan pencoblosan ulang.

”Saya datang ke lokasi pukul 10 malam (22.00, Red). Di lokasi sudah banyak masyarakat. Pak Kapolres Probolinggo dan jajarannya juga di lokasi melakukan pengamanan dan mediasi,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (18/2).

Ugas menerangkan, polemik pilkades Guyangan, berawal ada kecurigaan dari tiga cakades. kebetulan di desa Guyangan, ada empat cakades, salah satunya adalah cakades incumbent, Hasyim. Kecurigaan itu, calon incumbent memasukkan orang di luar DPT (daftar pemilih tetap) 1 orang. Kemudian, ketiga cakades itu meminta untuk menggugurkan incumbent. Karena, sudah ada kesepakatan jika terjadi kecurangan, calon incumbent harus mundur.

KRUCIL, Radar Bromo – Secara keseluruhan pelaksanaan pilkades serentak tahap dua di Kabupaten Probolinggo, terbilang kondusif. Hanya ada insiden-insiden kecil yang sempat terjadi dan mampu diatasi berkat sigapnya panitia pemilihan, pemkab hingga aparat keamanan.

Insiden-insiden kecil itu seperti yang terjadi di Desa Guyangan, Kecamatan Krucil. Penghitungan suara di desa ini baru tuntas Jumat (18/2) dini hari. Persis saat jarum jam menunjukkan sekitar pukul 01.00.

Lamanya penghitungan suara itu setelah sempat terjadi protes dan desakan calon kepala desa incumbent digugurkan. Dengan tudingan, adanya kecurangan yang dilakukan calon incumbent.

Memanasnya pilkades di Guyangan bahkan memantik Panitia Kabupaten dan Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi. Begitui ada laporan, aparat turun langsung ke TPS Desa Guyangan. Mediasi yang dilakukan mulai pukul 22.00, Kamis malam (17/2), akhirnya berhasil damaikan semua pihak dan penghitungan tuntas pukul 01.00, Jumat dini hari.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto saat dikonfirmasi mengatakan, penghitungan suara pilkades di Desa Guyangan sempat terhambat. Saat ada informasi, adanya protes dan desakan pencoblosan ulang.

”Saya datang ke lokasi pukul 10 malam (22.00, Red). Di lokasi sudah banyak masyarakat. Pak Kapolres Probolinggo dan jajarannya juga di lokasi melakukan pengamanan dan mediasi,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (18/2).

Ugas menerangkan, polemik pilkades Guyangan, berawal ada kecurigaan dari tiga cakades. kebetulan di desa Guyangan, ada empat cakades, salah satunya adalah cakades incumbent, Hasyim. Kecurigaan itu, calon incumbent memasukkan orang di luar DPT (daftar pemilih tetap) 1 orang. Kemudian, ketiga cakades itu meminta untuk menggugurkan incumbent. Karena, sudah ada kesepakatan jika terjadi kecurangan, calon incumbent harus mundur.

MOST READ

BERITA TERBARU

/