alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Mekanisme Lelang Pasar Baru Kota Probolinggo Berubah

KANIGARAN, Radar Bromo – Komisi III DPRD Kota Probolinggo menemukan ada perubahan mekanisme lelang dalam proyek fisik Pasar Baru Kota Probolinggo. Perubahan itu terkait anggaran yang direncanakan multiyears 2020-2021 senilai Rp 6 miliar hanya bisa digunakan Rp 4 miliar.

Perubahan ini dipertanyakan Komisi III DPRD Kota Probolinggo ketika rapat dengar pendapat dengan Dinas PUPR-Perkim dan Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, kemarin. “Kami mendapatkan informasi bahwa ada perubahan mekanisme lelang untuk pembangunan pasar baru. Apa betul dan kenapa?” tanya Ketua Komisi III Agus Rianto.

Politisi PDIP ini meminta Dinas PUPR-Perkim menargetkan tahun ini semua pedagang yang berada di tempat penampungan sementara (TPS) sudah bisa menempati lapaknya di dalam pasar. “Tahun ini pedagang sudah harus berada di dalam pasar,” ujarnya.

Agus mengungkapkan, sebenarnya pihaknya ragu ketika anggaran Rp 6 miliar bisa digunakan dalam dua tahun. Namun, berdasarkan percaya dengan kemampuan Dinas PUPR-Perkim, maka pihaknya mempersilakan untuk dilanjutkan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Rahman Kurniadi mengatakan, terkait pembangunan Pasar Baru, telah mengajukan dokumen lelang ke Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) sejak 22 Desember 2020.

“Namun pada 23 Desember dikembalikan untuk dikaji ulang. Kaji ulang ini terkait anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pembangunan di tahun 2020 tidak bisa diserap. Bagian Pengadaan barang dan jasa menyarankan hanya Rp 4 miliar yang diserap. Kemudian, yang Rp 2 miliar dilelang kembali. Jadi, anggaran pembangunan dilelang 2 kali,” jelasnya.

Rencana Dinas PUPR-Perkim, anggaran Rp 4 miliar akan digunakan untuk pembangunan struktur Pasar Baru. Sedangkan, Rp 2 miliar untuk proses finishing dan kebutuhan listrik. (put/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Komisi III DPRD Kota Probolinggo menemukan ada perubahan mekanisme lelang dalam proyek fisik Pasar Baru Kota Probolinggo. Perubahan itu terkait anggaran yang direncanakan multiyears 2020-2021 senilai Rp 6 miliar hanya bisa digunakan Rp 4 miliar.

Perubahan ini dipertanyakan Komisi III DPRD Kota Probolinggo ketika rapat dengar pendapat dengan Dinas PUPR-Perkim dan Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, kemarin. “Kami mendapatkan informasi bahwa ada perubahan mekanisme lelang untuk pembangunan pasar baru. Apa betul dan kenapa?” tanya Ketua Komisi III Agus Rianto.

Politisi PDIP ini meminta Dinas PUPR-Perkim menargetkan tahun ini semua pedagang yang berada di tempat penampungan sementara (TPS) sudah bisa menempati lapaknya di dalam pasar. “Tahun ini pedagang sudah harus berada di dalam pasar,” ujarnya.

Agus mengungkapkan, sebenarnya pihaknya ragu ketika anggaran Rp 6 miliar bisa digunakan dalam dua tahun. Namun, berdasarkan percaya dengan kemampuan Dinas PUPR-Perkim, maka pihaknya mempersilakan untuk dilanjutkan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR-Perkim Kota Probolinggo Rahman Kurniadi mengatakan, terkait pembangunan Pasar Baru, telah mengajukan dokumen lelang ke Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) sejak 22 Desember 2020.

“Namun pada 23 Desember dikembalikan untuk dikaji ulang. Kaji ulang ini terkait anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pembangunan di tahun 2020 tidak bisa diserap. Bagian Pengadaan barang dan jasa menyarankan hanya Rp 4 miliar yang diserap. Kemudian, yang Rp 2 miliar dilelang kembali. Jadi, anggaran pembangunan dilelang 2 kali,” jelasnya.

Rencana Dinas PUPR-Perkim, anggaran Rp 4 miliar akan digunakan untuk pembangunan struktur Pasar Baru. Sedangkan, Rp 2 miliar untuk proses finishing dan kebutuhan listrik. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/