alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Kasus DBD di Kota Probolinggo Tahun Ini Rendah, Hanya 75 Penderita

MAYANGAN, Radar Bromo– Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kota Probolinggo, tahun ini jauh lebih sedikit disbanding tahun kemarin. Bahkan, dalam delapan tahun terakhir, tahun ini tergolong renda. Hanya ada 75 kasus.

Dari data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo, kasus DBD delapan tahun terakhir yang paling menonjol pada 2016. Saat itu, jumlah penderita DBD mencapai 533 orang, sedangkan tahun ii hanya 75 pasien. (selengkapnya lihat grafis).

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menularkan DKP2KB Kota Probolinggo Nyamiati Ningsih mengatakan, menurunnya jumlah pasien pada 2019 dengan tahun ini salah satunya karena adanya upaya penyadaran masyarakat untuk memberantas sarang dan jentik nyamuk. “Memang pada tahun 2019 ke tahun 2020 turunya 140 kasus. Salah satu yang menjadi faktor menurunya adalah sosialsiasi dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD,” katanya.

Selain itu, kata Nyamiati, dari data 2020, berdasarkan klasifikasinya dibedakan sesuai jumlah perkecamatan. Dari lima kecamatan se Kota Probolinggo, paling banyak ditemukan di Kecamatan Mayangan, ada 29 penderita. Disusul Kecamatan Kanigaran, 22 penderita. Di Kecamatan Kademangan, ada 11 penderita, Kecamatan Wonoasih, 9 penderita; dan di Kecamatan Kedopok, terdapat 4 penderita dengan angka kematian satu orang. “Data itu per Januari hingga 15 Desember 2020,” ujarnya.

Dilihat dari tren setiap bulanya, kata Nyamiati, melonjaknya kasus DBD yang cukup tinggi terjadi pada Mei, ada 19 penderita. “Jika dilihat dari trenya, yang paling tinggi bulan Mei. Selebihnya mulai menurun. Apalagi mulai Juli hingga Desember, kian sedikit. Ada satu dan dua penderita saja. Kami harap konsistensi masyarakat untuk peduli lingkungan serta memberantas jentik dan sarang nyamuk tetap digalakan. Sehingga, angka penyebaran DBD kian turun,” ujarnya. (rpd/rud/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo– Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kota Probolinggo, tahun ini jauh lebih sedikit disbanding tahun kemarin. Bahkan, dalam delapan tahun terakhir, tahun ini tergolong renda. Hanya ada 75 kasus.

Dari data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo, kasus DBD delapan tahun terakhir yang paling menonjol pada 2016. Saat itu, jumlah penderita DBD mencapai 533 orang, sedangkan tahun ii hanya 75 pasien. (selengkapnya lihat grafis).

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menularkan DKP2KB Kota Probolinggo Nyamiati Ningsih mengatakan, menurunnya jumlah pasien pada 2019 dengan tahun ini salah satunya karena adanya upaya penyadaran masyarakat untuk memberantas sarang dan jentik nyamuk. “Memang pada tahun 2019 ke tahun 2020 turunya 140 kasus. Salah satu yang menjadi faktor menurunya adalah sosialsiasi dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD,” katanya.

Selain itu, kata Nyamiati, dari data 2020, berdasarkan klasifikasinya dibedakan sesuai jumlah perkecamatan. Dari lima kecamatan se Kota Probolinggo, paling banyak ditemukan di Kecamatan Mayangan, ada 29 penderita. Disusul Kecamatan Kanigaran, 22 penderita. Di Kecamatan Kademangan, ada 11 penderita, Kecamatan Wonoasih, 9 penderita; dan di Kecamatan Kedopok, terdapat 4 penderita dengan angka kematian satu orang. “Data itu per Januari hingga 15 Desember 2020,” ujarnya.

Dilihat dari tren setiap bulanya, kata Nyamiati, melonjaknya kasus DBD yang cukup tinggi terjadi pada Mei, ada 19 penderita. “Jika dilihat dari trenya, yang paling tinggi bulan Mei. Selebihnya mulai menurun. Apalagi mulai Juli hingga Desember, kian sedikit. Ada satu dan dua penderita saja. Kami harap konsistensi masyarakat untuk peduli lingkungan serta memberantas jentik dan sarang nyamuk tetap digalakan. Sehingga, angka penyebaran DBD kian turun,” ujarnya. (rpd/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/