alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Proyek Alun-alun Terlambat 20 Persen, Diragukan Selesai Tepat Waktu

MAYANGAN, Radar Bromo – Pengerjaan revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo berjalan tak sesuai harapan. Proyek dengan anggaran Rp 1,7 miliar itu ditarget rampung pada 2 Desember 2021. Namun, sampai kemarin ada keterlambatan pengerjaan lebih dari 20 persen.

Kondisi ini mendapatkan perhatian serius dari Komisi III DPRD Kota Probolinggo. Rabu (17/11), mereka meninjau langsung lokasi proyek. Hasilnya, mereka pesimistis proyek ini bisa rampung sesuai deadline.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto mengaku mendapatkan aduan terkait revitalisasi alun-alun. Setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak), rupanya pengerjaannya terlambat 20 persen.

Meski tidak ditemukan adanya pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kata Agus, ada yang hasil pemeriksaan bahannya belum keluar. Yakni, paving yang telah dipasangan di sisi timur. Paving ini tetap dipasang karena hasil lab paving di sisi barat telah turun.

“Paving di timur hasil labnya belum turun, tapi kontraktornya berani pasang karena paving yang dibarat dengan spek yang sama hasil labnya sudah turun dan sesuai. Saya sudah sampaikan jika hasil labnya turun dan tidak sesuai, otomatis harus dibongkar. Karena ini sudah jadi kosekuensi. Pihak pelaksana siap melakukannya,” terang Agus.

Terkait keterlambatan pengerjaan, Anggota Komisi III Heri Poniman mengatakan, pihak pelaksana harus menambah pekerja hingga 100 persen. Jika tidak, ia ragu proyek ini akan rampung sesuai deadline. Apalagi, pekerja hanya fokus menggarap satu titik. Padahal, kata Heri, ada tiga titik pekerjaan. Seperti pengerjaan taman dan bangunan Tourist Information. “Saya minta pekerjanya ditambah 40 lagi,” ujarnya.

Konsultan Pengawas dari CV Setya Laksana Konsultan Hari Pujo mengatakan, sesuai data, progres proyek ini terlambat lebih dari 20 persen. Saat ini hanya 51 persen, seharusnya sudah 90 persen. Karenanya, ia memastikan proyek ini tidak akan selesai sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

MAYANGAN, Radar Bromo – Pengerjaan revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo berjalan tak sesuai harapan. Proyek dengan anggaran Rp 1,7 miliar itu ditarget rampung pada 2 Desember 2021. Namun, sampai kemarin ada keterlambatan pengerjaan lebih dari 20 persen.

Kondisi ini mendapatkan perhatian serius dari Komisi III DPRD Kota Probolinggo. Rabu (17/11), mereka meninjau langsung lokasi proyek. Hasilnya, mereka pesimistis proyek ini bisa rampung sesuai deadline.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto mengaku mendapatkan aduan terkait revitalisasi alun-alun. Setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak), rupanya pengerjaannya terlambat 20 persen.

Meski tidak ditemukan adanya pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kata Agus, ada yang hasil pemeriksaan bahannya belum keluar. Yakni, paving yang telah dipasangan di sisi timur. Paving ini tetap dipasang karena hasil lab paving di sisi barat telah turun.

“Paving di timur hasil labnya belum turun, tapi kontraktornya berani pasang karena paving yang dibarat dengan spek yang sama hasil labnya sudah turun dan sesuai. Saya sudah sampaikan jika hasil labnya turun dan tidak sesuai, otomatis harus dibongkar. Karena ini sudah jadi kosekuensi. Pihak pelaksana siap melakukannya,” terang Agus.

Terkait keterlambatan pengerjaan, Anggota Komisi III Heri Poniman mengatakan, pihak pelaksana harus menambah pekerja hingga 100 persen. Jika tidak, ia ragu proyek ini akan rampung sesuai deadline. Apalagi, pekerja hanya fokus menggarap satu titik. Padahal, kata Heri, ada tiga titik pekerjaan. Seperti pengerjaan taman dan bangunan Tourist Information. “Saya minta pekerjanya ditambah 40 lagi,” ujarnya.

Konsultan Pengawas dari CV Setya Laksana Konsultan Hari Pujo mengatakan, sesuai data, progres proyek ini terlambat lebih dari 20 persen. Saat ini hanya 51 persen, seharusnya sudah 90 persen. Karenanya, ia memastikan proyek ini tidak akan selesai sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/