alexametrics
24C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Polemik soal Museum Rasulullah Pastikan Tidak Pengaruhi JKPI

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Museum Probolinggo menjadi salah satu museum yang masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Dengan ditempati pameran bernama Musem Rasulullah, dikhawatirkan mempengaruhi keanggotaannya di JKPI.

Namun, kekhawatiran itu ditepis oleh Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Moch. Maskur. Menurutnya, Museum Probolinggo tetap beroperasi. Hanya saja sebagain barangnya sementara dipindah. “Di sini (Museum Probolinggo) sifatnya sementara. Nanti (Museum Rasulullah) akan dibangunkan di Pantai Permata. Namun, tetap akan dilakukan kajian terlebih dahulu,” ujarnya.

Selain itu, kata Maskur, salah satu tolak ukur dalam kajian pembangunan Museum Rasulullah di Pantai Permata, yakni jumlah pengunjung. “Saat ini bisa dilihat sendiri, pengunjungnya banyak. Termasuk dari luar daerah. Nah, hal itu tentunya juga akan jadi pertimbangan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, karena sifatnya semenatara dan Museum Probolinggo juga masih ada serta tercatat di pusat, maka tidak akan mempengaruhi JKPI. “Bahkan, Pak Tyok (Rey Suwignyo, kepala Bapedda Litbang Kota Probolinggo) jika tidak akhir tahun, awal tahun 2021 akan diundang JKP ke luar negeri, swiss atau mana itu,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Museum Rasulullah yang saat ini menempati Museum Probolinggo jadi sorotan Badan Anggaran DPRD Kota Probolinggo. Keberadaannya dinilai melanggar perda. Bukan isinya yang diperdebatkan. Melainkan perjanjian kerja sama, antara Pemkot Probolinggo dengan Indonesia Merindu (IM) sebagai pihak ketiga yang mengelola museum itu. (rpd/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU