alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Bekas Galian Jargas di Probolinggo Makan Korban, 2 Warga Terperosok

KANIGARAN, Radar Bromo – Bekas galian jargas memakan korban di Perum Griya Grand Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Ada warga setempat yang jatuh di lubang itu. Penyebabnya, penutupan galian diduga kurang padat, sehingga ambles.

Warga pun melaporkan bekas galian yang ambles ini ke petugas jargas. Namun, ternyata tidak kunjung ditangani. Minggu (17/7), warga sekitar pun berinisiatif menutup sendiri galian yang ambles itu dengan gragal atau kerikil besar.

Security Perum Griya Grand Citarum Ayub, 30, mengungkapkan, bekas galian jargas itu sudah ambles sejak sepekan ini. Lubangnya cukup dalam, sampai 20 sentimeter. Pihaknya pun melaporkan hal ini pada petugas galian jargas karena membahayakan.

Namun, ternyata keluhan ini tidak direspons. Dan Rabu (13/7), lubang galian yang belum ditutup itu memakan korban. Anak kecil warga perumahan terperosok dan jatuh di lubang itu saat bersepeda.

“Bibirnya terluka akibat jatuh ke bekas galian tersebut. Makanya, hari ini (kemarin) kami tutup sementara pakai gragal. Takutnya kalau tidak ditutup ada korban lagi,” ungkapnya.

Warga setempat, Breni Raharjo menambahkan, sebenarnya warga sudah melaporkan bekas galian jargas itu sejak sebulan lalu ke RT setempat agar diteruskan ke PGN. Sebab, saat itu, bekas galian mulai ada yang ambles.

“Mungkin saat ditutup dengan tanah itu kurang padat dan hanya sekadar ditutup. Sementara hujan masih turun, karena itu akhirnya ambles. Ini membahayakan. Kapan itu ada ibu-ibu bawa anak juga terjatuh di lubang itu,” terang Breni.

KANIGARAN, Radar Bromo – Bekas galian jargas memakan korban di Perum Griya Grand Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Ada warga setempat yang jatuh di lubang itu. Penyebabnya, penutupan galian diduga kurang padat, sehingga ambles.

Warga pun melaporkan bekas galian yang ambles ini ke petugas jargas. Namun, ternyata tidak kunjung ditangani. Minggu (17/7), warga sekitar pun berinisiatif menutup sendiri galian yang ambles itu dengan gragal atau kerikil besar.

Security Perum Griya Grand Citarum Ayub, 30, mengungkapkan, bekas galian jargas itu sudah ambles sejak sepekan ini. Lubangnya cukup dalam, sampai 20 sentimeter. Pihaknya pun melaporkan hal ini pada petugas galian jargas karena membahayakan.

Namun, ternyata keluhan ini tidak direspons. Dan Rabu (13/7), lubang galian yang belum ditutup itu memakan korban. Anak kecil warga perumahan terperosok dan jatuh di lubang itu saat bersepeda.

“Bibirnya terluka akibat jatuh ke bekas galian tersebut. Makanya, hari ini (kemarin) kami tutup sementara pakai gragal. Takutnya kalau tidak ditutup ada korban lagi,” ungkapnya.

Warga setempat, Breni Raharjo menambahkan, sebenarnya warga sudah melaporkan bekas galian jargas itu sejak sebulan lalu ke RT setempat agar diteruskan ke PGN. Sebab, saat itu, bekas galian mulai ada yang ambles.

“Mungkin saat ditutup dengan tanah itu kurang padat dan hanya sekadar ditutup. Sementara hujan masih turun, karena itu akhirnya ambles. Ini membahayakan. Kapan itu ada ibu-ibu bawa anak juga terjatuh di lubang itu,” terang Breni.

MOST READ

BERITA TERBARU

/