alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Pemkot Probolinggo Susun Teknis sebelum Pakai Istilah Baru

KANIGARAN, Radar Bromo – Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Isi di dalamnya juga berkaitan dengan penggunaan istilah baru.

Hanya saja istilah baru dari Kementerian Kesehatan tersebut, masih belum digunakan di Kota Probolinggo. Saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pengendalian Covid-19 Kota Probolinggo, masih mempersiapkan detail penggunaan istilah baru dalam penanganan virus korona.

Hal ini disampaikan dr NH Hidayati, plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (DKP2KB) Kota Probolinggo dalam rilis beberapa waktu lalu. “Saat ini Kementrian Kesehatan memang telah mengeluarkan keputusan menteri kesehatan, yang di dalamnya menghapus istilah-istilah seperti Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP), maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” ujarnya.

Nah, istilah yang awalnya ODR, PDP,OTG, kontak erat akan diganti sesuai permenkes yang baru. Suspect, probable, konfirmasi, kontak erat dan discuss. “Istilah ini akan disampaikan dengan detail beebrapa hari kedepan,” tambahnya.

Namun tidak semua istilah berubah ada yang tetap seperti kontak erat maupun konfirmasi positif masih sama dengan ketentuan sebelumnya. Dalam Keputusan Menkes ini mengatur hal teknis terkait pasien positif korona seperti pasien tanpa gejala, pasien dengan gejala ringan, pasien lanjut usia, pasien anak serta pasien dnegan kondisi kritis.

Sampai kemarin (17/7), Gugus Tugas Kota Probolinggo dalam rilis masih menggunakan istilah ODP, PDP, Positif. (put/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Isi di dalamnya juga berkaitan dengan penggunaan istilah baru.

Hanya saja istilah baru dari Kementerian Kesehatan tersebut, masih belum digunakan di Kota Probolinggo. Saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pengendalian Covid-19 Kota Probolinggo, masih mempersiapkan detail penggunaan istilah baru dalam penanganan virus korona.

Hal ini disampaikan dr NH Hidayati, plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (DKP2KB) Kota Probolinggo dalam rilis beberapa waktu lalu. “Saat ini Kementrian Kesehatan memang telah mengeluarkan keputusan menteri kesehatan, yang di dalamnya menghapus istilah-istilah seperti Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP), maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” ujarnya.

Nah, istilah yang awalnya ODR, PDP,OTG, kontak erat akan diganti sesuai permenkes yang baru. Suspect, probable, konfirmasi, kontak erat dan discuss. “Istilah ini akan disampaikan dengan detail beebrapa hari kedepan,” tambahnya.

Namun tidak semua istilah berubah ada yang tetap seperti kontak erat maupun konfirmasi positif masih sama dengan ketentuan sebelumnya. Dalam Keputusan Menkes ini mengatur hal teknis terkait pasien positif korona seperti pasien tanpa gejala, pasien dengan gejala ringan, pasien lanjut usia, pasien anak serta pasien dnegan kondisi kritis.

Sampai kemarin (17/7), Gugus Tugas Kota Probolinggo dalam rilis masih menggunakan istilah ODP, PDP, Positif. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/