alexametrics
23.9 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Polemik Rusunawa Bestari, Dewan Dituding Lambat Gelar Hearing

MAYANGAN, Radar Bromo – Polemik di Rusunawa Bestari rupanya belum tuntas. Sampai saat ini pihak yang mengaku pemilik lahan Rusunawa tersebut, masih menantikan penyelesaian. Polemik ini pun membuat DPRD dituding lambat karena janji unuk menggelar hearing, tak segera digelar.

Tudingan itu disampaikan Louis yang bertindak sebagai kuasa hukum dari M Buchori. Nama terakhir yang disebut adalah seseorang yang mengaku sebagai pemilik lahan di Rusunawa Bestari.

Louis menyebut, sejatinya pihaknya sudah mengajukan rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing, kepada DPRD Kota Probolinggo. Hearing itu terkait dengan sengketa tanah Rusunawa Bestari. Pengajuannya, kata Louis, sudah diajukan dua pekan lalu.

“Penilaian saya, DPRD lemot. Ini kan sudah lama saya ajukan RDP. Bahkan sudah ramai lantaran ada sekitar 90 KK di rusunawa yang resah usai aksi penyegelan yang dilakukan beberapa waktu lalu,” terangnya Jumat (17/6) siang.

Hearing itu dinilai perlu untuk menyelesaikan masalah Rusunawa Bestari, yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan mayangan, Kota Probolinggo. Apalagi akhir Maret lalu, sempat ada aksi penyegelan. Alasan itulah yang membuatnya mengirimkan surat kepada DPRD Kota Probolinggo agar segera dilakukan RDP. Hal itu perlu dilakukan guna mengetahui fakta-fakta yang ada.

“Namun hingga saat ini belum ada kabar lanjutan. Lah ini kok bisa aset pemkot berdiri di SHM 1010 yang tertera atas nama warga Kota Probolinggo,” terangnya.

Sebelumnya, menurut Louis, saat mengirimkan surat RDP kepada pimpinan, informasi yang ia terima sudah didisposisikan kepada Komisi II. Namun setelah ia aktif menghubungi Komisi II, Louis bilang, hal itu perlu dilakukan hearing gabungan dengan komisi lainnya. Sehingga saat ini masih menunggu petunjuk dari pimpinan mengenai kapan hearing bersama atau gabungan tersebut digelar.

MAYANGAN, Radar Bromo – Polemik di Rusunawa Bestari rupanya belum tuntas. Sampai saat ini pihak yang mengaku pemilik lahan Rusunawa tersebut, masih menantikan penyelesaian. Polemik ini pun membuat DPRD dituding lambat karena janji unuk menggelar hearing, tak segera digelar.

Tudingan itu disampaikan Louis yang bertindak sebagai kuasa hukum dari M Buchori. Nama terakhir yang disebut adalah seseorang yang mengaku sebagai pemilik lahan di Rusunawa Bestari.

Louis menyebut, sejatinya pihaknya sudah mengajukan rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing, kepada DPRD Kota Probolinggo. Hearing itu terkait dengan sengketa tanah Rusunawa Bestari. Pengajuannya, kata Louis, sudah diajukan dua pekan lalu.

“Penilaian saya, DPRD lemot. Ini kan sudah lama saya ajukan RDP. Bahkan sudah ramai lantaran ada sekitar 90 KK di rusunawa yang resah usai aksi penyegelan yang dilakukan beberapa waktu lalu,” terangnya Jumat (17/6) siang.

Hearing itu dinilai perlu untuk menyelesaikan masalah Rusunawa Bestari, yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan mayangan, Kota Probolinggo. Apalagi akhir Maret lalu, sempat ada aksi penyegelan. Alasan itulah yang membuatnya mengirimkan surat kepada DPRD Kota Probolinggo agar segera dilakukan RDP. Hal itu perlu dilakukan guna mengetahui fakta-fakta yang ada.

“Namun hingga saat ini belum ada kabar lanjutan. Lah ini kok bisa aset pemkot berdiri di SHM 1010 yang tertera atas nama warga Kota Probolinggo,” terangnya.

Sebelumnya, menurut Louis, saat mengirimkan surat RDP kepada pimpinan, informasi yang ia terima sudah didisposisikan kepada Komisi II. Namun setelah ia aktif menghubungi Komisi II, Louis bilang, hal itu perlu dilakukan hearing gabungan dengan komisi lainnya. Sehingga saat ini masih menunggu petunjuk dari pimpinan mengenai kapan hearing bersama atau gabungan tersebut digelar.

MOST READ

BERITA TERBARU

/