alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Mudik Dilarang, Organda Probolinggo Tetap Layani Penumpang  

PROBOLINGGO, Radar Bromo– Pemerintah telah melarang adanya kegiatan mudik Lebaran mulai 6-17 Mei 2021. Namun, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Probolinggo, memastikan akan tetap melayani penumpang.

Organda juga meminta petugas penyekatan membedakan antara pemudik dengan penumpang yang melakukan aktivitas lain. Misalnya, hendak rekreasi atau pulang dari tempat kerja.

Ketua Organda Probolinggo Tomy Wahyu Prakoso mengatakan, imbauan pemerintah hanya untuk pemudik. Selain itu, tidak ada aturan yang melarang angkutan umum beroperasi pada 6-17 Mei.

Karenanya, angkutan umum akan tetap beroperasi untuk melayani penumpang. Termasuk penumpang yang hendak berwisata. Sebab, sejauhini tempat wisata tetap dibuka.

“Organda mencoba mencermati aturan dan imbauan terkait larangan mudik. Di sana yang dilarang hanya pemudik. Tidak ada aturan yang yang melarang moda traspotasi umum beroperasi. Maka, Organda Probolinggo, akan tetap beropreasi,” ujarnya.

Ia mengaku akan melayani karyawan atau pekerja yang setiap harinya bekerja di luar kota dan memilih pulang-pergi. Karenanya, pihaknya meminta petugas yang bertugas di titik-titik penyekatan bisa membedakan antara pemudik dengan penumpang umum.

Terpisah Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Roni Faslah mengatakan, sejauh ini di Kota Probolinggo, belum ada pos atau titik penyekatan. “Belum (ada titik penyekatan). Untuk Operasi Ketupat, itu domainya Bag Ops. Lantas hanya teknis saja,” katanya.

Tentang organda yang akan tetap beroprasi ketika masa mudik Lebaran, Roni mengatakan, pada 6-17 Mei semua jasa angkutan umum, baik darat, udara, dan laut dihentikan. “Saat itu (tanggal 6-17 Mei) semua moda tranposrtasi umum dihentikan. Kemudian, untuk menyikapi Organda, nantinya juga akan ada pemberitahuan dari dishub (dinas perhubungan),” ujar Roni. (rpd/rud)

PROBOLINGGO, Radar Bromo– Pemerintah telah melarang adanya kegiatan mudik Lebaran mulai 6-17 Mei 2021. Namun, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Probolinggo, memastikan akan tetap melayani penumpang.

Organda juga meminta petugas penyekatan membedakan antara pemudik dengan penumpang yang melakukan aktivitas lain. Misalnya, hendak rekreasi atau pulang dari tempat kerja.

Ketua Organda Probolinggo Tomy Wahyu Prakoso mengatakan, imbauan pemerintah hanya untuk pemudik. Selain itu, tidak ada aturan yang melarang angkutan umum beroperasi pada 6-17 Mei.

Karenanya, angkutan umum akan tetap beroperasi untuk melayani penumpang. Termasuk penumpang yang hendak berwisata. Sebab, sejauhini tempat wisata tetap dibuka.

“Organda mencoba mencermati aturan dan imbauan terkait larangan mudik. Di sana yang dilarang hanya pemudik. Tidak ada aturan yang yang melarang moda traspotasi umum beroperasi. Maka, Organda Probolinggo, akan tetap beropreasi,” ujarnya.

Ia mengaku akan melayani karyawan atau pekerja yang setiap harinya bekerja di luar kota dan memilih pulang-pergi. Karenanya, pihaknya meminta petugas yang bertugas di titik-titik penyekatan bisa membedakan antara pemudik dengan penumpang umum.

Terpisah Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Roni Faslah mengatakan, sejauh ini di Kota Probolinggo, belum ada pos atau titik penyekatan. “Belum (ada titik penyekatan). Untuk Operasi Ketupat, itu domainya Bag Ops. Lantas hanya teknis saja,” katanya.

Tentang organda yang akan tetap beroprasi ketika masa mudik Lebaran, Roni mengatakan, pada 6-17 Mei semua jasa angkutan umum, baik darat, udara, dan laut dihentikan. “Saat itu (tanggal 6-17 Mei) semua moda tranposrtasi umum dihentikan. Kemudian, untuk menyikapi Organda, nantinya juga akan ada pemberitahuan dari dishub (dinas perhubungan),” ujar Roni. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/