Terdampak Korona, Wisata di Kab Probolinggo Mati Suri 14 Hari, Bromo..

SUKAPURA, Radar Bromo – Dunia wisata di Kabupaten Probolinggo akhirnya harus mengikuti protokol penghentian mata rantai (break the chain) penyebaran virus korona. Pemkab Probolinggo melalui Satgas percepatan penanganan virus korona (Covid-19) memutuskan untuk menutup sementara semua pariwisata di daerah.

Dengan pertimbangan, penyeberan Covid-19 makin meluas dan diperpanjangnya status siaga darurat Covid-19. Penutupan dilakukan sejak Selasa (17/3) dan berlaku untuk pariwisata baik itu di bawah pengelolaan Pemkab, pemerintah desa, maupun swasta.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto dalam jumpa pers kemarin mengatakan, satgas percepatan penanganan Covid-19 sudah menggelar rakor dan kajian. Dan akhirnya, diputuskan untuk menutup sementara destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo. Kebijakan penutupan itu mulai kemarin (17/3) sampai 31 Maret.

”Dengan meningkatnya penyebaran Covid-19 secara nasional dan pernyataan resmi Bapak Presiden RI, maka Pemkab Probolinggo menetapkan status siaga darurat serta menginstruksikan penutupan sementara destinasi wisata selama 14 hari kalender,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Sugeng menjelaskan, semua objek wisata di bawah pengelolaan pemerintah kabupaten, desa, dan swasta agar menutup sementara wisatanya. Tujuannya, memutus mata rantai penyeberan Covid-19. “Semua destinasi wisata lokal ditutup sementara. Baik itu wisata di bawah pemerintah ataupun swasta, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Penutupan sementara itu menurutnya, pasti memberikan dampak. Sejauh mana dampaknya, akan dilakukan kajian lebih dalam. Namun, yang pasti menurutnya, sejauh ini tempat wisata sudah terdampak kasus Covid-19 dengan sepinya pengunjung ke tempat wisata.

”Sebelum ada kebijakan penutupan sementara, jumlah kunjungan wisata turun drastis dan hampir sepi total. Seperti wisata Pantai Bentar saja, hari ini (kemarin, Red) jumlah pengunjung yang datang hanya 8 orang,” ungkapnya.

Kebijakan penutupan sementara dikatakan Sugeng, juga berlaku bagi destinasi wisata lain di kawasan wisata Gunung Bromo yang masuk dalam pengelolaan Pemkab Probolinggo. Seperti wisata puncak Seruni Point dan lainnya. ”Termasuk puncak Seruni Point Sukapura juga ditutup sementara,” tambahnya.

Namun, untuk penutupan wisata Bromo, Pemkab Probolinggo hanya bersifat mengimbau. Sebab, pengelolaannya di bawah pemerintah pusat. Pemkab mengimbau penutupan sementara wisata Bromo dari pintu Cemorolawang, Kecamatan Sukapura.

Pihaknya, menurut Sugeng, sudah koordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) terkait kebijakan tersebut. ”Imbauan penutupan sementara wisata Bromo dari pintu Cemorolawang juga sudah ditunggu pihak BBTNBTS,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi I BBTNBTS Sarmin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menerima kebijakan Pemkab Probolinggo. Karena sesuai instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup, untuk BBTBTS mengikuti kebijakan dari masing-masing daerah. ”Kebijakan penutupan sementara ini baru ditetapkan. Kami (hari ini, Red) akan koordinasikan dengan tiga daerah lainnya. Paling tidak, lusa (Kamis, Red) sudah ditutup total untuk sementara,” katanya. (mas/hn/mie)