DPRD Kota Probolinggo Sarankan Anggaran IGD untuk Korona

LIHAT LANGSUNG: Sejumlah anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo melihat lokasi pembangunan ruang rawat inap di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo, Selasa (17/3). (Foto: Ridhowati Saputri/Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Komisi III DPRD Kota Probolinggo menyarankan RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo menggunakan anggaran revitalisasi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk biaya penanganan korona. Alasannya, hal ini lebih memungkinkan dibanding menggunakan anggaran pembangunan ruang rawat inap kelas III.

“Melihat maraknya wabah Covid-19 (Korona), kami mengharapkan RSUD juga mempersiapkan anggaran penanganannya. Kami menyarankan menggunakan anggaran revitalisasi IGD sebesar Rp 9 miliar,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto ketika mengunjungi RSUD, kemarin (17/3).

Agus mengatakan, meski sejauh ini belum ada warga Kota Probolinggo yang positif menderita korona, anggarannya harus tetap disiapkan. “Meski pasien akhirnya dirujuk ke Surabaya, anggarannya juga harus tetap tersedia. Lebih baik anggaran revitalisasi IGD yang digunakan, jangan pembangunan kamar rawat inap. Karena, kamar rawat inap kelas III tetap kebutuhan penting,” ujarnya.

Mendapati itu, Wadir Umum dan Keuangan RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo Heri Siswanto mengatakan, terkait anggaran itu belum ada keputusan dari direktur RSUD. “Ada dua program fisik di RSUD. Revitalisasi IGD dengan anggaran Rp 9,5 miliar dan pembangunan ruang rawat inap kelas III sebesar Rp 16,5 miliar. Penggunaan anggaran mana yang akan dialihkan untuk Covid-19, menunggu keputusan direktur,” ujarnya.

Terpisah, Plt Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo Abraar Kuddah menjelaskan, RSUD dr. Mohamad Saleh tidak berwenang menangani pasien korona. “Penanganan pasien Covid-19 tidak bisa di sini. Tetapi, kami tetap menyediakan ruang isolasi bagi pasien yang memiliki ciri-ciri Covid-19,” ujarnya.

Mengenai anggaran penanganan Covid-19, Abraar mengatakan, diserahkan kembali ke Pemkot Pobolinggo. “Kami hanya mengikuti Pemkot Probolinggo. Saya rasa Pemkot akan men-support penanganan tersebut karena ini kejadian luar biasa,” ujarnya. (put/rud/fun)