Antisipasi Korona, 2 Museum di Kota Probolinggo Ditutup, TWSL…

MAYANGAN, Radar Bromo – Untuk mengantisipasi virus korona, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo memutuskan untuk menutup sementara dua museum setempat. Yakni, Museum Probolinggo dan Museum dr. Mohamad Saleh.

Menurut Kepala Disdikbud Maskur, penutupan itu dilakukan sesuai dengan edaran Menteri Pendidikan dan Asosiasi Museum Nasional yang diteruskan ke daerah. Karena itu, Selasa (17/3) pihaknya menutup sementara dua museum itu.

Penutupan dilakukan hingga batas yang tidak ditentukan. “Nantinya akan ada informasi lanjutan mengenai pembukaan museum ini,” bebernya.

Ia berharap, warga yang terlanjur datang dari luar kota untuk memaklumi kebijakan itu. “Untuk yang sudah terlanjur datang, sebetulnya kasian. Apalagi jika sampai dari luar daerah. Namun, yang jelas sesuai dengan petunjuk yang ada, kami tutup sementara,” tandasnya.

Sebelum penutupan dilakukan pun, sejumlah lokasi wisata di Probolinggo sepi pengunjung. Seperti di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo. Selasa, hanya 44 orang yang berkunjung.

Plt TU TWSL Akbarul Huzaini, Selasa (17/3) siang menjelaskan, wabah korona membuat TWSL sepi pengunjung. Pada Senis-Selasa (9-10/3) pekan lalu, jumlah pengunjung mencapai 502 orang. “Untuk hari Senin pekan lalu, ada 190 pengunjung. Dan hari Selasa ada 312 orang,” terangnya.

Namun, setelah pemberlakukan pembatasan untuk pencegahan penyebaran virus korona selama 14 hari, jumlah pengunjung turun drastis. Pada Senin-Selasa (16-17/3), hanya 66 orang. “Untuk hari Senin (16/3) ada 44 orang dan hari Selasa (17/3) hingga pukul 16.00 hanya 22 orang,” tambahnya.

TWSL sendiri melakukan upaya preseventif atau antisipasi penyebaran virus korona. Menurut Akbarul, di TWSL sudah disediakan sabun untuk cici tangan dan hand sanitizer di areal pengunjung. “Untuk masker bagi pengunjung tidak ada. Apalagi mulai langka. Pengunjung juga biasa membawa masker sendiri,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya sedang mengupayakan thermo gun untuk memeriksa suhu tubuh pengunjung. Jika ada pengunjung yang suhu tubuhnya tinggi, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan yang ada. “Kami masih upayakan thermo gun untuk mengecek suhu tubuh pengunjung,” tandasnya. (rpd/hn/mie)