alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

1.560 Orang Terjaring Operasi Yustisi di Kota Probolinggo selama 2021

MAYANGAN, Radar Bromo – Jumlah warga Kota Probolinggo yang melanggar protokoler kesehatan (prokes) ternyata cukup banyak. Dalam operasi yustisi yang dilakukan Pemkot sepanjang 2021, tercatat ada 1.560 orang yang terjaring.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengatakan, ribuan pelanggar prokes ini terjaring dalam 472 operasi. Mereka dikenakan sanksi berbeda. Pelanggar perorangan, 377 orang mendapatkan sanksi teguran lisan.

Sementara untuk pelaku usaha, 1.089 orang dikenakan teguran lisan, 55 orang dikenakan teguran tertulis, serta 39 orang mendapat sanksi denda. Untuk sanksi teguran dan denda diberikan karena mereka melanggar lebih dari sekali.

“Pelanggarannya untuk perorangan, ya karena tidak memakai masker. Kalau yang pelaku usaha, ada yang ketahuan di tempat usahanya berkerumun dan tidak menjaga jarak hingga tetap membuka tempat usahanya hingga melebihi batas jam diperbolehkan,” ujarnya.

Aman menjelaskan, operasi yustisi tetap dilakukan secara masif. Namun, saat ini pihaknya lebih mengedepankan langkah persuasif dengan melakukan sosialisasi di tempat umum agar masyarakat tetap memakai masker.

“Memang banyak masyarakat yang saat ini semakin lengah. Hanya karena mereka sudah divaksin dua kali, mereka langsung enteng dengan tidak memakai masker. Padahal, pandemi masih ada, tetap harus pakai masker di manapun berada,” ujar Aman. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Jumlah warga Kota Probolinggo yang melanggar protokoler kesehatan (prokes) ternyata cukup banyak. Dalam operasi yustisi yang dilakukan Pemkot sepanjang 2021, tercatat ada 1.560 orang yang terjaring.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengatakan, ribuan pelanggar prokes ini terjaring dalam 472 operasi. Mereka dikenakan sanksi berbeda. Pelanggar perorangan, 377 orang mendapatkan sanksi teguran lisan.

Sementara untuk pelaku usaha, 1.089 orang dikenakan teguran lisan, 55 orang dikenakan teguran tertulis, serta 39 orang mendapat sanksi denda. Untuk sanksi teguran dan denda diberikan karena mereka melanggar lebih dari sekali.

“Pelanggarannya untuk perorangan, ya karena tidak memakai masker. Kalau yang pelaku usaha, ada yang ketahuan di tempat usahanya berkerumun dan tidak menjaga jarak hingga tetap membuka tempat usahanya hingga melebihi batas jam diperbolehkan,” ujarnya.

Aman menjelaskan, operasi yustisi tetap dilakukan secara masif. Namun, saat ini pihaknya lebih mengedepankan langkah persuasif dengan melakukan sosialisasi di tempat umum agar masyarakat tetap memakai masker.

“Memang banyak masyarakat yang saat ini semakin lengah. Hanya karena mereka sudah divaksin dua kali, mereka langsung enteng dengan tidak memakai masker. Padahal, pandemi masih ada, tetap harus pakai masker di manapun berada,” ujar Aman. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/