alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Diduga Kipas Angin Korslet, Rumah Warga Ketapang Terbakar

KADEMANGAN, Radar Bromo – Gara-gara korsleting kipas angin, rumah pasangan suami istri (pasutri) Agus Sudarsono dan Ismi, terbakar. Api yang melalap rumah di RT 1/RW 3, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, bisa segera dipadamkan. Sehingga, rumah yang tak ditempati sejak 6 bulan lalu itu tak sampai rata dengan tanah.

Ketua RT 1/RW 3 Su’ud Ahmad, 54, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.45. Ia mengaku mendapatkan laporan jika bagian atap rumah Agus mengaluarkan asap. Karenanya, bersama warga, pihaknya langsung mengeceknya.

“Awalnya yang melihat ada asap tukang mengantarkan paket. Selanjutnya, warga sekitar mendekat dan berusaha membantu pemadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu petugas pemadam yang telah dihubungi,” katanya.

Menurutnya, kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik untuk kipas angin. Kebetulan, Selasa (16/2) malam, hujan lebat dan rumah korban bocor. Sehingga, di dalam rumah ketinggian air sampai mata kaki orang dewasa.

“Pada saat masuk rupanya atapnya bocor. Sehingga, di dalam rumah terjadi genangan air sampai mata kaki orang dewasa. Dimungkinkan akibat itulah kipas itu korslet dan terbakar,” ujarnya.

Tak lama kemudian, Ismi datang. Ia tak kuasa menahan tangisnya. Ia mengatakan rumahnya sudah sekitar 6 bulan tak ditempati. Ia bersama suaminya tinggal di rumah anaknya di Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Ismi mengaku mendapatkan kabar rumahnya terbakar sekitar pukul 09.30. Saat itu juga ia bersama anaknya langsung meluncur ke lokasi kejadian. “Memang ketika saya masih di sini terasa bau gosong. Tetapi saat dicari tidak ketemu bau gosong apa. Rumah ini tidak ditempati sejak setengah tahun lalu. Namun Selasa (16/2) kemarin, saya masih datang ke sini untuk melihat-lihat dan tidak ada apa-apa,” jelasnya.

Meski mengaku belum mengetahui berapa kerugian yang diderita, Ismi mengaku bersyukur karena rumahnya tidak sampai rata dengan tanah.

Kasi Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Abdullah mengatakan, setelah menerima laporan ada kebakaran, pihaknya langsung mendatangi lokasi menggunakan satu unit mobil damkar. Beruntung atas kekompakan warga, api dapat segera tertangani sebelum membesar. “Ada beberapa bagian atap yang masih mengeluarkan asap. Sehingga, kami lakukan pendinginan,” katanya. (rpd/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Gara-gara korsleting kipas angin, rumah pasangan suami istri (pasutri) Agus Sudarsono dan Ismi, terbakar. Api yang melalap rumah di RT 1/RW 3, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, bisa segera dipadamkan. Sehingga, rumah yang tak ditempati sejak 6 bulan lalu itu tak sampai rata dengan tanah.

Ketua RT 1/RW 3 Su’ud Ahmad, 54, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.45. Ia mengaku mendapatkan laporan jika bagian atap rumah Agus mengaluarkan asap. Karenanya, bersama warga, pihaknya langsung mengeceknya.

“Awalnya yang melihat ada asap tukang mengantarkan paket. Selanjutnya, warga sekitar mendekat dan berusaha membantu pemadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu petugas pemadam yang telah dihubungi,” katanya.

Menurutnya, kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik untuk kipas angin. Kebetulan, Selasa (16/2) malam, hujan lebat dan rumah korban bocor. Sehingga, di dalam rumah ketinggian air sampai mata kaki orang dewasa.

“Pada saat masuk rupanya atapnya bocor. Sehingga, di dalam rumah terjadi genangan air sampai mata kaki orang dewasa. Dimungkinkan akibat itulah kipas itu korslet dan terbakar,” ujarnya.

Tak lama kemudian, Ismi datang. Ia tak kuasa menahan tangisnya. Ia mengatakan rumahnya sudah sekitar 6 bulan tak ditempati. Ia bersama suaminya tinggal di rumah anaknya di Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Ismi mengaku mendapatkan kabar rumahnya terbakar sekitar pukul 09.30. Saat itu juga ia bersama anaknya langsung meluncur ke lokasi kejadian. “Memang ketika saya masih di sini terasa bau gosong. Tetapi saat dicari tidak ketemu bau gosong apa. Rumah ini tidak ditempati sejak setengah tahun lalu. Namun Selasa (16/2) kemarin, saya masih datang ke sini untuk melihat-lihat dan tidak ada apa-apa,” jelasnya.

Meski mengaku belum mengetahui berapa kerugian yang diderita, Ismi mengaku bersyukur karena rumahnya tidak sampai rata dengan tanah.

Kasi Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Abdullah mengatakan, setelah menerima laporan ada kebakaran, pihaknya langsung mendatangi lokasi menggunakan satu unit mobil damkar. Beruntung atas kekompakan warga, api dapat segera tertangani sebelum membesar. “Ada beberapa bagian atap yang masih mengeluarkan asap. Sehingga, kami lakukan pendinginan,” katanya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/