Pensiunan Dishub Kota Probolinggo Ditemukan Meninggal di Rumah

MAYANGAN- Abdul Jalal, 60, warga RT 4/RW 1, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ditemukan meninggal. Pensiunan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo itu diketahui tak bernyawa Selasa (18/2) di ruang tengah rumahnya.

Diperkirakan, korban sudah meninggal tiga hari lalu. Sebab, saat ditemukan jenazahnya sudah mengeluarkan aroma tak sedap.

Wawan Hendra Wijaya, 40, tetangga di depan rumah korban menuturkan, awalnya tercium bau busuk menyengat di sekitar lingkungan rumah korban. Warga sekitar sempat bingung dari mana sumber bau itu. Namun, mereka saat itu tidak berpikir untuk mencari sumber bau tersebut.

Sekitar pukul 11.00, warga mulai curiga sumber bau berasal dari rumah korban. Akhirnya, warga mengetuk pintu rumah korban beberapa kali.

Namun, pintu tak kunjung dibuka. Bahkan, tak terdengar ada suara apapun di dalam rumah itu. Warga pun makin curiga. Sebab, beberapa hari sebelumnya korban diketahui sedang sakit.

Khawatir terjadi sesuatu, warga menghubungi sejumlah pihak. Mulai RT/RW dan tokoh masyarakat setempat. Termasuk Babinsa dan Polsek.

Setelah semua warga berkumpul, pintu depan rumah korban didobrak. Di ruang tengah, ditemukan korban dalam kondisi sudah meninggal di lantai.

“Jadi pas didobrak aromanya makin menyengat. Selain itu ada lalat hijau beterbangan. Setelah dilihat ke dalam, Pak Jalal sudah dalam keadaan tak bernyawa,” beber Wawan.

Karena kondisi korban sudah meninggal, petugas Polsek Mayangan menghubungi tim identifikasi Satreskrim Polresta. Selanjutnya, rumah korban diberi police line.

Sekitar pukul 12.05, mayat korban dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Mohamad Saleh dengan menggunakan mobil ambulans. “Kami masih lakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya tindak kriminal. Namun, kami akan lakukan otopsi di rumah sakit,” terang Ipda Kumoro, Kanit PPA pada Satreskrim Polresta.

Dari keterangan sementara, menurut Kumoro, diduga kuat korban meninggal karena sakit. “Namun jelasnya seperti apa, akan diketahui setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis,” lanjutnya.

Wawan Hendra Wijaya, tetangga korban menyebut, korban selama ini tinggal sendirian di rumahnya. Dia punya dua anak. Yaitu, dari istri yang pertama dan dari istri yang kedua.

Anak dari istri yang pertama sudah menikah dan tinggal di Jember. Sedangkan anak dari istri kedua, diasuh budenya yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. “Kedua istrinya, baik yang pertama dan yang kedua, sudah meninggal semuanya,” beber Wawan.

Wawan mengaku tidak tahu dengan jelas penyakit apa yang diderita korban. Yang jelas, menurutnya, korban rutin kontrol.

“Pak Jalal ini sakit. Bahkan, untuk jalan saja susah. Nah, sakit apa saya tidak tahu. Terakhir ketemu hari Jumat (14/2),” tambahnya. (rpd/hn)