alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

WFH Kepala OPD Pemkot Probolinggo Tak Diperpanjang, Staf Tetap

KANIGARAN, Radar Bromo – Penerapan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemkot Probolinggo, khusus kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak diperpanjang. Namun selain kepala OPD, masih bisa melanjutkan untuk bekerja di rumah.

“Tidak diperpanjang untuk WFH,” ujar Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati, Minggu (17/1). Namun mantan kepala Dinas Kesehatan ini tidak membalas saat dikonfirmasi alasannya WFH kepala OPD tidak diperpanjang.

Penjelasan lebih lengkap disampaikan Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Aman Suryaman. Menurutnya, WFH bagi kepala OPD tidak diperpanjang. Namun bagi staf tetap bisa melakukan WFH dan WFO. “Dengan pengaturan mekanisme yang sama seperti SE (surat edaran) sebelumnya,” ujarnya.

Berdasarkan SE Wali Kota Probolinggo Nomor 065/5842/425.022/2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN dan Non-ASN dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19, menyebutkan pelaksanaan WFH dilakukan sejak 4-15 Januari. Kemudian, dilakukan evaluasi. Hasilnya, WFH untuk kepala OPD tidak diperpanjang.

Namun, terkait alasan tidak diperpanjangnya WFH kepala OPD, baik Ninik maupun Aman, enggan memberikan penjelasan. Namun, dengan masuknya kepala OPD, bukan berarti mereka akan sendirian di kantor. Sebab, staf masuk bergantian melakukan WFH.

Aman mengatakan, penerapan WFH dan WFO bagi staf tidak berbeda jauh. Mereka akan bergantian 50 persen ke kantor dan 50 persen bekerja di rumah. “Hanya nomor surat edaran saja yang berbeda. Untuk mekanisme lainnya, sama,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak 4 Januari 2021, Pemkot Probolinggo menerapkan WHF bagi kepala OPD maupun staf. Staf di setiap OPD diatur masuk ke kantor hanya 50 persen dari total pegawai. Pengaturan jam kerja ini dilakukan pascabanyaknya pegawai di lingkungan Pemkot yang terpapar Covid-19. Bahkan, sejumlah kepala OPD juga dinyatakan positif dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Kepala OPD yang terpapar Covid dan meninggal itu di antaranya Kepala Dispertahankan Sudiman dan Kepala Dishub Sumadi. Termasuk, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri. Ada juga yang terpapar korona dan sudah sembuh. Di antaranya, Kabag Perekonomian Wawan Soegyantono dan Plt Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Abraar HS Kuddah. (put/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Penerapan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemkot Probolinggo, khusus kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak diperpanjang. Namun selain kepala OPD, masih bisa melanjutkan untuk bekerja di rumah.

“Tidak diperpanjang untuk WFH,” ujar Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati, Minggu (17/1). Namun mantan kepala Dinas Kesehatan ini tidak membalas saat dikonfirmasi alasannya WFH kepala OPD tidak diperpanjang.

Penjelasan lebih lengkap disampaikan Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Aman Suryaman. Menurutnya, WFH bagi kepala OPD tidak diperpanjang. Namun bagi staf tetap bisa melakukan WFH dan WFO. “Dengan pengaturan mekanisme yang sama seperti SE (surat edaran) sebelumnya,” ujarnya.

Berdasarkan SE Wali Kota Probolinggo Nomor 065/5842/425.022/2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN dan Non-ASN dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19, menyebutkan pelaksanaan WFH dilakukan sejak 4-15 Januari. Kemudian, dilakukan evaluasi. Hasilnya, WFH untuk kepala OPD tidak diperpanjang.

Namun, terkait alasan tidak diperpanjangnya WFH kepala OPD, baik Ninik maupun Aman, enggan memberikan penjelasan. Namun, dengan masuknya kepala OPD, bukan berarti mereka akan sendirian di kantor. Sebab, staf masuk bergantian melakukan WFH.

Aman mengatakan, penerapan WFH dan WFO bagi staf tidak berbeda jauh. Mereka akan bergantian 50 persen ke kantor dan 50 persen bekerja di rumah. “Hanya nomor surat edaran saja yang berbeda. Untuk mekanisme lainnya, sama,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak 4 Januari 2021, Pemkot Probolinggo menerapkan WHF bagi kepala OPD maupun staf. Staf di setiap OPD diatur masuk ke kantor hanya 50 persen dari total pegawai. Pengaturan jam kerja ini dilakukan pascabanyaknya pegawai di lingkungan Pemkot yang terpapar Covid-19. Bahkan, sejumlah kepala OPD juga dinyatakan positif dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Kepala OPD yang terpapar Covid dan meninggal itu di antaranya Kepala Dispertahankan Sudiman dan Kepala Dishub Sumadi. Termasuk, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri. Ada juga yang terpapar korona dan sudah sembuh. Di antaranya, Kabag Perekonomian Wawan Soegyantono dan Plt Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Abraar HS Kuddah. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/