alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Penampungan Sampah di Pasar Baru Jadi Sorotan karena Kerap Overload

KANIGARAN, Radar Bromo – Masalah sampah masih menjadi persoalan serius di Kota Probolinggo. Salah satunya, sampah di tempat penampungan sementara (TPS) sampah simpang empat traffic light Jalan Siaman yang kerap menumpuk dan mengeluarkan bau tak sedap di penghujan kali ini.

“Kalau melintas di perempatan Pahlawan ini, kerap disambut dengan bau tidak sedap dari bak sampah. Apalagi, bagi pengguna motor yang kebetulan harus berhenti karena traffic light. Duh, baunya,” keluh Rosiana, 25, warga Kelurahan Kebonsari Kulon saat berhenti di perempatan TL, Jumat (17/1).

“Mau ndak mau memang kondisinya seperti itu, namanya sampah. Tapi, mungkin bisa berbeda kalau bak sampahnya ini tidak dibiarkan terbuka begitu saja, apalagi pas musim hujan,” tambahnya.

Sampah dari berbagai komposisi baik organik dan anorganik dan tercampur dengan air maka membuat bau tidak sedap akan lebih menyebar.

Kondisi itu pun sempat disinggung oleh Sri Warsini, anggota DPRD dari komisi III saat RDP komisi III. “Bak sampah di traffic light Pahlawan itu juga mendapat keluhan dari masyarakat. Karena dibiarkan menumpuk dan bau serta sudah overload,” kritiknya.

Sementara itu, Sunjoto, kepala Bidang Penanganan dan Penanggulangan Sampah, DLH Kota Probolinggo menjelaskan, awalnya di simpang empat TL Pahlawan itu

ditempatkan 2 kontainer sampah. Kemudian digantikan oleh bak sampah plastik seperti yang ada saat ini.

“Awal-awal penempatan bak sampah, kondisinya mampu menampung sampah dari Pasar Baru. Namun, sekarang ini banyak sampah masyarakat yang juga masuk ke sana. Seperti dari kelurahan sekitar Pasar Baru,” ujar Sunjoto.

“Hal ini yang membuat bak sampah di perempatan lampu merah tersebut overload,” imbuhnya. (put/mie)

KANIGARAN, Radar Bromo – Masalah sampah masih menjadi persoalan serius di Kota Probolinggo. Salah satunya, sampah di tempat penampungan sementara (TPS) sampah simpang empat traffic light Jalan Siaman yang kerap menumpuk dan mengeluarkan bau tak sedap di penghujan kali ini.

“Kalau melintas di perempatan Pahlawan ini, kerap disambut dengan bau tidak sedap dari bak sampah. Apalagi, bagi pengguna motor yang kebetulan harus berhenti karena traffic light. Duh, baunya,” keluh Rosiana, 25, warga Kelurahan Kebonsari Kulon saat berhenti di perempatan TL, Jumat (17/1).

“Mau ndak mau memang kondisinya seperti itu, namanya sampah. Tapi, mungkin bisa berbeda kalau bak sampahnya ini tidak dibiarkan terbuka begitu saja, apalagi pas musim hujan,” tambahnya.

Sampah dari berbagai komposisi baik organik dan anorganik dan tercampur dengan air maka membuat bau tidak sedap akan lebih menyebar.

Kondisi itu pun sempat disinggung oleh Sri Warsini, anggota DPRD dari komisi III saat RDP komisi III. “Bak sampah di traffic light Pahlawan itu juga mendapat keluhan dari masyarakat. Karena dibiarkan menumpuk dan bau serta sudah overload,” kritiknya.

Sementara itu, Sunjoto, kepala Bidang Penanganan dan Penanggulangan Sampah, DLH Kota Probolinggo menjelaskan, awalnya di simpang empat TL Pahlawan itu

ditempatkan 2 kontainer sampah. Kemudian digantikan oleh bak sampah plastik seperti yang ada saat ini.

“Awal-awal penempatan bak sampah, kondisinya mampu menampung sampah dari Pasar Baru. Namun, sekarang ini banyak sampah masyarakat yang juga masuk ke sana. Seperti dari kelurahan sekitar Pasar Baru,” ujar Sunjoto.

“Hal ini yang membuat bak sampah di perempatan lampu merah tersebut overload,” imbuhnya. (put/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/