alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Tak Ada Pimpinan, Batalkan Hearing Gabungan DPRD Kota Probolinggo

KANIGARAN,Radar Bromo – Agenda DPRD Kota Probolinggo, menggelar hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) gabungan antara komisi, Senin (16/11) harus dibatalkan. Sebab, pimpinan DPRD yang seharusnya memimpin agenda tersebut tidak ada yang hadir.

Hearing ini rencananya membahas pengaduan warga terkait truk pengangkut batu bara yang akan masuk ke Pelabuhan Probolinggo. Rencananya, RDP ini akan dimulai pukul 10.00, namun sampai sekitar pukul 11.00, tidak ada tanda-tanda akan dimulai.

Rupanya tidak segera dimulainya RDP, karena menunggu pimpinan DPRD. Namun, kemudian pimpinan RDP diambil alih perwakilan tiga komisi. Komisi I diwakili Imam Hanafi; Komisi II diwakili Heru Estiadi; dan Komisi III diwakili Agus Rianto.

Saat rapat akan dimulai, sejumlah anggota DPRD memprotes hearing gabungan ini tetap dilaksanakan. Sebab, dalam tata tertib DPRD, disebutkan rapat gabungan hanya bisa dipimpin oleh pimpinan DPRD.

“Dalam tatib DPRD, jika melaksanakan rapat gabungan harus dipimpin oleh pimpinan DPRD. Jika dimpimpin oleh ketua komisi, maka tidak sesuai dengan tatib. Rapat ini bisa jadi cacat hukum, karena tidak sesuai tatib. Jika hanya untuk mengumpulkan informasi saja, silahkan, tapi tidak bisa membuat keputusan atas aduan warga ini,” ujar anggota DPRD, Syaifudin.

Hal senada diungkapkan anggota lainnya, Sri Wahyuni. “Bagaimana jika ditunda saja RDP gabungan ini. Bisa juga jika permasalahan ini diselsaikan di salah satu komisi,” usul politisi Demokrat tersebut.

Akhirnya, Agus Rianto menawarkan kepada anggota DPRD untuk melanjutkan atau menunda RDP. Hasilnya, diputuskan hearing kemarin ditunda karena ketidakhadiran pimpinan DPRD.

Terpisah, Syaifudin menjelaskan, dalam tatib DPRD, rapat gabungan harus dipimpin oleh pimpinan DPRD. “Tidak perlu semua pimpinan, bisa hanya satu pimpinan juga tetap jalan. Tapi, yang pasti harus dipimpinan oleh pimpinan DPRD,” ujar politisi dari Fraksi PKB tersebut.

Tertundanya hearing ini membuat warga Kelurahan. Kecamatan Mayangan, Muklis, yang mengadukan permasalahan ini kecewa. “Saya kecewa RDP tidak lanjut. Truk pengangkut batu bara itu sering menjatuhkan batu bara. Ketika diijak truk, jadi debu. Akibatnya, warga juga merasakan sesak napas,” ujarnya.

Tidak hadirnya para pimpinan dewan itu, ternyata karena kesibukan masing-masing. Ketua DPRD Abdul Mujib mengaku sedang bertakziah. “Saya ada takziah hari ini dan sudah koordinasi dengan pimpinan DPRD yang lain,” ujarnya.

Wakil Ketua II Fernanda Zulkarnain, juga demikian. Ia mengaku sedang ada kunjungan kerja ke luar daerah. “Surat tugasnya sudah turun sejak satu minggu lalu. Sedangkan, surat RDP gabungan baru diterima Minggu. Jadi, saya melaksanakan tugas dari surat yang sebelumnya itu,” ujarnya.

Sedangkan, Wakil Ketua II Haris Nasution, sejatinya berada di kantor DPRD. Namun, ia menemui tamu. “Kalau Cak Yon (Haris Nasution) ada tamu dari pukul 09.30. Kalau yang lain, saya kurang tahu,” ujar salah satu staf sekretariat DPRD. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU