alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kepala Dindik Jatim Resmikan Technopark SMKN 1 Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SMK NEGERI 1 Kota Probolinggo, terus berinovasi. Kini, menjadi satu-satunya sekolah kejuruan di wilayah Probolinggo dan sekitarnya yang memiliki Technopark. Kemarin (16/11), Technopark and Library SMK Negeri 1 Kota Probolinggo, itu diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Propinsi Jawa Timur Ir. Wahid Wahyudi, MT.

Didampingi Kepala SMK Negeri 1 Kota Probolinggo Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd., peresmian ditandai dengan pemotongan bunga di depan gedung Technopark. Dilanjutkan dengan penandatanganan plakat sekaligus peninjauan ruang Technopark and Library.

Technopark and Library milik SMK Negeri 1, awalnya adalah aula yang kini beralih fungsi. Berlokasi di di lantai 2, tepat di atas ruang receptionis. Wahid Wahyudi hadir didampingi Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Dindik Jatim Kurniawan Harry dan Kepala UPT Teknologi Informasi Komunikasi dan Pendidikan (UPT TIKP) Dindik Jatim, Alfian Majdi.

Kepala Cabang Dindik Jatim wilayah Kota/Kabupaten Probolinggo, Kiswanto, S.Pd., M.Pd., juga hadir. Begitu juga dengan pada kepala SMK/SMA se-Kota Probolinggo.

PAMERAN: Kepala Dindik Jawa Timur Ir. Wahid Wahyudi, MT., bersama rombongan meninjau fasilitas gedung, BKK, dan pameran hasil karya siswa-siswi dan startup SMK Negeri 1 Kota Probolinggo.

Usai diresmikan, rombonganpun meninjau sejumlah fasilitas Techopark and Library SMK Negeri 1 Kota Probolinggo. Bersama dengan kegiatan ini, juga digelar Bursa Kerja Khusus (BKK) serta pameran hasil karya siswa-siswi dan startup alumni SMK Negeri 1.

Langkah strategis yang dilakukan SMK Negeri 1, mendapatkan apresiasi dari Wahid Wahyudi. Menurutnya, SMK mempunyai tanggung jawab mencetak calon tenaga kerja terampil. “Bukan hanya siap bekerja di perusahaan, tetapi juga mandiri saat menjadi start up preneur (wirausaha baru), melanjutkan ke perguruan tinggipun bisa,” ujarnya.

BKK SMK Negeri 1, telah menggandeng 60 perusahaan. Baik dari dalam kota maupun luar daerah. Puluhan perusahaan ini selain menjadi tempat magang pelajar SMK Negeri 1, juga menjadi tempat mencari kerja.

“Saya mengapresiasi keberadaan Technopark and Library SMK Negeri 1 Kota Probolinggo. Dalam Technopark SMKN 1, di-display beragam peralatan teknologi dari masa ke masa hingga masa kini. Ini membuka wawasan bagi siswa-siswi. Mereka inilah yang harus berkreasi dan berinovasi menciptakan sesuatu yang bisa memudahkan pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, hadirnya teknologi digital telah memudahkan seluruh aktivitas manusia. Begitu pula dengan sistem pendidikan. Harus bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Bagi saya, SMK Negeri 1 Kota Probolinggo, telah memenuhi harapan kami. Sebab, jebolannya, 70 persen masuk di perusahaan, 15 persen start up preneur, dan 15 persennya melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Namun, kata Wahid, SMK Negeri 1 ini harus secara berkelanjutan meningkatkan kualitas kompetensi dan melatih siswa-siswi dengan membekali soft skill dan hard skill.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Probolinggo, Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd., mengatakan, sekolahnya berencana menciptakan Inkubator Bisnis, Edukasi, Sains, dan Teknologi (I-BEST) menjadi suatu model pengembangan SMK bersama IDUKA Link and Match yang berkelanjutan. Dengan harapan jangka panjang dapat menjadikan sekolahnya sebagai pusat kerumunan dan sentra ekonomi masyarakat.

Serta, menjadikan setiap kekuatan internal sekolah dan menjadikan peluang eksternal suatu startegi pengembangan program secara agresif yang harus dikembangkan. Agar peluang yang ada dapat dimanfaatkan dan dikelola secara maksimal.

Kemarin, peresmian Techopark and Library SMK Negeri 1 Kota Probolinggo, berlangsung sederhana dan terbatas. Serta, tetap menerapkan protokol kesehatan pencehagan penularan Covid-19. Siswa maupun wali murid hanya bisa memenuhi undangan dengan menyaksikan peresmian secara virtual conference. (el/adv)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

SMK NEGERI 1 Kota Probolinggo, terus berinovasi. Kini, menjadi satu-satunya sekolah kejuruan di wilayah Probolinggo dan sekitarnya yang memiliki Technopark. Kemarin (16/11), Technopark and Library SMK Negeri 1 Kota Probolinggo, itu diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Propinsi Jawa Timur Ir. Wahid Wahyudi, MT.

Didampingi Kepala SMK Negeri 1 Kota Probolinggo Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd., peresmian ditandai dengan pemotongan bunga di depan gedung Technopark. Dilanjutkan dengan penandatanganan plakat sekaligus peninjauan ruang Technopark and Library.

Technopark and Library milik SMK Negeri 1, awalnya adalah aula yang kini beralih fungsi. Berlokasi di di lantai 2, tepat di atas ruang receptionis. Wahid Wahyudi hadir didampingi Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Dindik Jatim Kurniawan Harry dan Kepala UPT Teknologi Informasi Komunikasi dan Pendidikan (UPT TIKP) Dindik Jatim, Alfian Majdi.

Mobile_AP_Half Page

Kepala Cabang Dindik Jatim wilayah Kota/Kabupaten Probolinggo, Kiswanto, S.Pd., M.Pd., juga hadir. Begitu juga dengan pada kepala SMK/SMA se-Kota Probolinggo.

PAMERAN: Kepala Dindik Jawa Timur Ir. Wahid Wahyudi, MT., bersama rombongan meninjau fasilitas gedung, BKK, dan pameran hasil karya siswa-siswi dan startup SMK Negeri 1 Kota Probolinggo.

Usai diresmikan, rombonganpun meninjau sejumlah fasilitas Techopark and Library SMK Negeri 1 Kota Probolinggo. Bersama dengan kegiatan ini, juga digelar Bursa Kerja Khusus (BKK) serta pameran hasil karya siswa-siswi dan startup alumni SMK Negeri 1.

Langkah strategis yang dilakukan SMK Negeri 1, mendapatkan apresiasi dari Wahid Wahyudi. Menurutnya, SMK mempunyai tanggung jawab mencetak calon tenaga kerja terampil. “Bukan hanya siap bekerja di perusahaan, tetapi juga mandiri saat menjadi start up preneur (wirausaha baru), melanjutkan ke perguruan tinggipun bisa,” ujarnya.

BKK SMK Negeri 1, telah menggandeng 60 perusahaan. Baik dari dalam kota maupun luar daerah. Puluhan perusahaan ini selain menjadi tempat magang pelajar SMK Negeri 1, juga menjadi tempat mencari kerja.

“Saya mengapresiasi keberadaan Technopark and Library SMK Negeri 1 Kota Probolinggo. Dalam Technopark SMKN 1, di-display beragam peralatan teknologi dari masa ke masa hingga masa kini. Ini membuka wawasan bagi siswa-siswi. Mereka inilah yang harus berkreasi dan berinovasi menciptakan sesuatu yang bisa memudahkan pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, hadirnya teknologi digital telah memudahkan seluruh aktivitas manusia. Begitu pula dengan sistem pendidikan. Harus bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Bagi saya, SMK Negeri 1 Kota Probolinggo, telah memenuhi harapan kami. Sebab, jebolannya, 70 persen masuk di perusahaan, 15 persen start up preneur, dan 15 persennya melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Namun, kata Wahid, SMK Negeri 1 ini harus secara berkelanjutan meningkatkan kualitas kompetensi dan melatih siswa-siswi dengan membekali soft skill dan hard skill.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Probolinggo, Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd., mengatakan, sekolahnya berencana menciptakan Inkubator Bisnis, Edukasi, Sains, dan Teknologi (I-BEST) menjadi suatu model pengembangan SMK bersama IDUKA Link and Match yang berkelanjutan. Dengan harapan jangka panjang dapat menjadikan sekolahnya sebagai pusat kerumunan dan sentra ekonomi masyarakat.

Serta, menjadikan setiap kekuatan internal sekolah dan menjadikan peluang eksternal suatu startegi pengembangan program secara agresif yang harus dikembangkan. Agar peluang yang ada dapat dimanfaatkan dan dikelola secara maksimal.

Kemarin, peresmian Techopark and Library SMK Negeri 1 Kota Probolinggo, berlangsung sederhana dan terbatas. Serta, tetap menerapkan protokol kesehatan pencehagan penularan Covid-19. Siswa maupun wali murid hanya bisa memenuhi undangan dengan menyaksikan peresmian secara virtual conference. (el/adv)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2