alexametrics
30 C
Probolinggo
Friday, 26 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ada Banner Protes Pembebasan Tol di Makam Banjarsawah, Ternyata..

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

TEGALSIWALAN, Radar Bromo Pembangunan jalan tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) seksi IV sudah dimulai. Namun, masih ada penolakan terhadap pembongkaran makam yang terdampak tol.

Lokasinya di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Di sebuah makam yang terdampak jalan tol Paspro Seksi IV, terpasang sebuah banner penolakan. Banner itu bertuliskan,”makam ini jangan dibongkar belum dibayar tol.”

Namun, pihak desa justru tidak mengetahui tentang penolakan itu. Kades Banjarsawah Muhammad Soleh menegaskan, ahli waris lahan makam itu adalah Supriadi, turunan dari Bu Tihab. Dan ahli waris sudah mendapat ganti rugi tanah yang terdampak tol dari pihak PPK Tol.

”Kalau ada yang ngaku ahli waris makam itu, tidak benar. Karena warga sendiri tidak tahu itu makamnya siapa. Termasuk sesepuh dan ahli waris lahan makam, juga tidak tahu itu makamnya siapa,” ungkapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo Senin (16/11), lokasi makam itu berada di tengah sawah. Jaraknya sekitar 300 meter dari jalan desa. Nah, di lahan sawah itu ada makam dengan luas sekitar 4×6 meter.

Di tanah itu, ada tiga patok atau nisan. Sementara di seluruh lahan sawah itu, ada 8 makam. Tetapi tidak diketahui itu makam siapa. Termasuk tidak diketahui ahli waris atau keluarga dari makam itu. ”Itu makam lama. Warga di sini juga tidak ada yang tahu itu makam siapa,” kata seorang warga setempat dekat makam tersebut.

Selain sudah membayar ganti rugi lahan makam, PPK Tol juga sudah membayar ganti rugi pemindahan makam. Senin (16/11), Kades Banjarsawah Muhammad Soleh menyerahkan ganti rugi pemindahan makam itu pada rukun kepaten Dusun Krajan, Desa Banjarsawah. Besarnya Rp 24 juta.

Penyerahan ganti rugi pemindahan makam itu dilakukan bersamaan dengan acara peresmian Kampung Tangguh Semeru (KTS) di kantor Desa Banjarsawah.

Kades mengatakan, uang ganti pemindahan makam dari pihak PPK Tol sebenarnya sudah diserahkan pada bulan Agustus ke Pemdes Banjarsawah. Namun, uang itu baru diserahkan Senin (16/11) pada rukun kepaten. Sebab, pemdes dan pengurus rukun kepaten sepakat agar dana tersebut diserahkan saat mendekati pelaksanaan pemindahan.

Dilanjutkan Kades, uang ganti rugi pemindahan makam memang disepakati untuk diserahkan pada rukun kepaten. Sebab, ahli waris pemilik lahan makam tidak bersedia menerima ganti rugi pemindahan makam.

”Saya mencari momen yang pas untuk penyerahan dana pengganti pemindahan makam itu pada rukun kepaten. Kebetulan sekarang (kemarin, red) ada acara Kampung Tangguh Semeru. Jadi, kami serahkan disaksikan Muspika,” terangnya.

Dodik, sekretaris Rukun Kepaten Dusun Krajan menerangkan hal serupa. Menurutnya, sesepuh desa setempat tidak ada yang tahu itu makam siapa. Bahkan, selama ini tidak ada yang merawat makam itu.

“Kalau ahli waris lahannya ada dan sudah menyetujui untuk dibangun jalan tol. Sementara ganti rugi pemindahan makam diserahkan ke rukun kepaten Dusun Krajan,” kata Dodik.

Mulyadi selaku bendahara rukun kepaten menambahkan, pengurus rukun kepaten baru menerima uang pengganti pemindahan makam dari desa. Sebab memang, proses pemindahan makam itu diserahkan pada rukun kepaten oleh ahli waris lahan.

”Uang pengganti pemindahan yang kami terima itu Rp 24 juta. Ada 8 makam yang harus dipindahkan. Satu makam uang penggantinya Rp 3 juta,” terangnya.

Namun, belum ditentukan kapan makam itu akan dipindah. Menurut Mulyadi, pihaknya masih akan menggelar rapat bersama tokoh masyarakat dan warga, Kamis malam. Bersamaan dengan acara rutinan yasinan di Dusun Krajan. (mas/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALSIWALAN, Radar Bromo Pembangunan jalan tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) seksi IV sudah dimulai. Namun, masih ada penolakan terhadap pembongkaran makam yang terdampak tol.

Lokasinya di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Di sebuah makam yang terdampak jalan tol Paspro Seksi IV, terpasang sebuah banner penolakan. Banner itu bertuliskan,”makam ini jangan dibongkar belum dibayar tol.”

Namun, pihak desa justru tidak mengetahui tentang penolakan itu. Kades Banjarsawah Muhammad Soleh menegaskan, ahli waris lahan makam itu adalah Supriadi, turunan dari Bu Tihab. Dan ahli waris sudah mendapat ganti rugi tanah yang terdampak tol dari pihak PPK Tol.

Mobile_AP_Half Page

”Kalau ada yang ngaku ahli waris makam itu, tidak benar. Karena warga sendiri tidak tahu itu makamnya siapa. Termasuk sesepuh dan ahli waris lahan makam, juga tidak tahu itu makamnya siapa,” ungkapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo Senin (16/11), lokasi makam itu berada di tengah sawah. Jaraknya sekitar 300 meter dari jalan desa. Nah, di lahan sawah itu ada makam dengan luas sekitar 4×6 meter.

Di tanah itu, ada tiga patok atau nisan. Sementara di seluruh lahan sawah itu, ada 8 makam. Tetapi tidak diketahui itu makam siapa. Termasuk tidak diketahui ahli waris atau keluarga dari makam itu. ”Itu makam lama. Warga di sini juga tidak ada yang tahu itu makam siapa,” kata seorang warga setempat dekat makam tersebut.

Selain sudah membayar ganti rugi lahan makam, PPK Tol juga sudah membayar ganti rugi pemindahan makam. Senin (16/11), Kades Banjarsawah Muhammad Soleh menyerahkan ganti rugi pemindahan makam itu pada rukun kepaten Dusun Krajan, Desa Banjarsawah. Besarnya Rp 24 juta.

Penyerahan ganti rugi pemindahan makam itu dilakukan bersamaan dengan acara peresmian Kampung Tangguh Semeru (KTS) di kantor Desa Banjarsawah.

Kades mengatakan, uang ganti pemindahan makam dari pihak PPK Tol sebenarnya sudah diserahkan pada bulan Agustus ke Pemdes Banjarsawah. Namun, uang itu baru diserahkan Senin (16/11) pada rukun kepaten. Sebab, pemdes dan pengurus rukun kepaten sepakat agar dana tersebut diserahkan saat mendekati pelaksanaan pemindahan.

Dilanjutkan Kades, uang ganti rugi pemindahan makam memang disepakati untuk diserahkan pada rukun kepaten. Sebab, ahli waris pemilik lahan makam tidak bersedia menerima ganti rugi pemindahan makam.

”Saya mencari momen yang pas untuk penyerahan dana pengganti pemindahan makam itu pada rukun kepaten. Kebetulan sekarang (kemarin, red) ada acara Kampung Tangguh Semeru. Jadi, kami serahkan disaksikan Muspika,” terangnya.

Dodik, sekretaris Rukun Kepaten Dusun Krajan menerangkan hal serupa. Menurutnya, sesepuh desa setempat tidak ada yang tahu itu makam siapa. Bahkan, selama ini tidak ada yang merawat makam itu.

“Kalau ahli waris lahannya ada dan sudah menyetujui untuk dibangun jalan tol. Sementara ganti rugi pemindahan makam diserahkan ke rukun kepaten Dusun Krajan,” kata Dodik.

Mulyadi selaku bendahara rukun kepaten menambahkan, pengurus rukun kepaten baru menerima uang pengganti pemindahan makam dari desa. Sebab memang, proses pemindahan makam itu diserahkan pada rukun kepaten oleh ahli waris lahan.

”Uang pengganti pemindahan yang kami terima itu Rp 24 juta. Ada 8 makam yang harus dipindahkan. Satu makam uang penggantinya Rp 3 juta,” terangnya.

Namun, belum ditentukan kapan makam itu akan dipindah. Menurut Mulyadi, pihaknya masih akan menggelar rapat bersama tokoh masyarakat dan warga, Kamis malam. Bersamaan dengan acara rutinan yasinan di Dusun Krajan. (mas/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2