Baru 4.180 Pelaku Usaha Mikro di Kota Probolinggo Terima BPUM

KANIGARAN, Radar Bromo – Sejumlah 9.257 pelaku usaha mikro di Kota Probolinggo diajukan untuk mendapatkan Bantuan Program Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM). Namun, sejauh ini baru 4.180 pelaku usaha yang telah mendapatkannya. Sisanya masih menunggu pencairan tahap berikutnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Fitriawati Jufri mengatakan, pada tahap awal pihaknya mengajukan 6.965 pelaku usaha. Pengajuan tahap pertama itu diusulkan pada 22 Juni 2020. Setelah diverifikasi, dari 6.965 yang diajukan, ada 4.180 yang sudah cair. “Pencairan tahap pertama pada 28 Agustus 2020,” ujarnya.

Kemudian, pemerintah membuka pengajuan tahap kedua dan ketiga. DKUPP pun kembali mengajukan sejumlah pelaku usaha. Pada tahap kedua ada 498 pelaku usaha yang diusulkan pada 28 Agustus 2020 lalu dan tahap ketiga pada 4 September ada 1.794 pelaku usaha. “Total yang kami usulkan 9.257 pelaku usaha dan baru cair tahap pertama saja,” katanya.

DKUPP juga bekerja sama dengan bank yang ditunjuk untuk melakukan verifikasi data. Mengingat, banyak warga yang tidak mengetahui apakah dirinya masuk kategori 4.180 yang sudah cair atau belum.

“Kami juga memfasilitasi warga yang pernah mengajukan Banpres untuk mengeceknya. Apakah masuk daftar yang sudah cair atau tidak. Jika sudah masuk, kami memberikan nomor rekening untuk membuka blokir. Sehingga, dana Banpres Rp 2,4 juta itu bisa dicairkan di bank,” ujarnya.

Salah satu pemilik usaha mabel dari Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jumari, 59, mengaku bersyukur bisa mendapatkan bantuan. Ia mengaku akan memanfaatkannya sebagai tambahan modal usaha. “Dana bantuan ini saya akan buat untuk modal usaha, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya. (rpd/rud)