alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

17 Pejabat Eselon II dan III di Pemkab Probolinggo Dirotasi

MAYANGAN, Radar Bromo – Kekosongan jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Probolinggo akhirnya terisi. Jumat (16/7), Bupati Probolinggo melantik 3 pejabat eselon II yang lolos asesmen di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo. Selain itu, sebanyak 14 pejabat eselon III dirotasi.

Tiga pejabat eselon II baru yang terpilih itu R. Oemar Sjarief sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim); Hengki Cahyo Saputra, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Taufik Alami sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub).

”Tiga pejabat eselon II yang lolos asesment, kami lantik untuk mengisi kekosongan jabatan kepala OPD. Ada disperkim, PUPR dan Dishub,” kata Bupati Probolinggo P Tantriana Sari pada Jawa Pos Radar Bromo.

Bupati mengatakan, kepercayaan itu suatu amanah dan kepercayaan itu haruslah dijaga dengan baik. Selain itu, seorang pemimpin harus memiliki mindset yang harus ditata serta harus dilaksanakan dengan baik.

“Menjadi pemimpin itu tidaklah mudah. Salah satu hal dan tanggung jawab yang sering terlena bahkan terlupa yaitu menjaga moral, akhlak dan etika. Akhlak dan etika itu hal utama dan harus dijaga untuk menjaga marwah diri dan Pemerintah Daerah. Akhlak dijaga bukan hanya sebatas pada pimpinan saja, tetapi akhlak harus dijaga untuk merangkul eksternal dan internal yang membantu kinerjanya,” katanya.

Bupati Tantri mencontohkan dalam lingkup internal adalah merangkul bawahannya. Mindset yang dibutuhkan masyarakat dan dirindukan oleh bawahannya adalah pemimpin yang tidak terkesan arogan, tidak mau mendengar saran maupun pendapat dari bawahannya.

“Semua harus diubah perilakunya dari pemimpin saat ini. Etika dan akhlak pada eksternalpun harus diubah. Karena di lingkup ekternal secara langsung maupun tidak langsung akan mensupport kinerjanya,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri meminta agar segera melakukan percepatan dan penyesuaian di lingkungan kerja yang baru. Pelajari tupoksi masing-masing dan ajaklah komunikasi seluruh bawahannya agar supaya kinerjanya dapat terbantu dan terlaksana dengan baik.

“Terima seluruh saran, pendapat maupun masukan dari bawahannya. Pada prinsipnya kesempurnaan pekerjaan adalah buah pikir dari banyak orang. Karena manusia tidak ada yang absolut sempurna dan pasti ada kekurangannya. Yang dapat menyempurnakannya adalah dari kerja kolektif dari seluruh unit kerjanya,” tegasnya.

Menurut Bupati Tantri, target kinerja tentu harus tersusun dengan baik. Sebuah pekerjaan tidak akan sempurna manakala tidak ada target yang jelas dari unit kerjanya. “Pelajari dengan baik visi misi Bupati dan terjemahkan melalui program kegiatan yang dapat menolong unit kerjanya,” bebernya. (mas/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Kekosongan jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Probolinggo akhirnya terisi. Jumat (16/7), Bupati Probolinggo melantik 3 pejabat eselon II yang lolos asesmen di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo. Selain itu, sebanyak 14 pejabat eselon III dirotasi.

Tiga pejabat eselon II baru yang terpilih itu R. Oemar Sjarief sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim); Hengki Cahyo Saputra, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Taufik Alami sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub).

”Tiga pejabat eselon II yang lolos asesment, kami lantik untuk mengisi kekosongan jabatan kepala OPD. Ada disperkim, PUPR dan Dishub,” kata Bupati Probolinggo P Tantriana Sari pada Jawa Pos Radar Bromo.

Bupati mengatakan, kepercayaan itu suatu amanah dan kepercayaan itu haruslah dijaga dengan baik. Selain itu, seorang pemimpin harus memiliki mindset yang harus ditata serta harus dilaksanakan dengan baik.

“Menjadi pemimpin itu tidaklah mudah. Salah satu hal dan tanggung jawab yang sering terlena bahkan terlupa yaitu menjaga moral, akhlak dan etika. Akhlak dan etika itu hal utama dan harus dijaga untuk menjaga marwah diri dan Pemerintah Daerah. Akhlak dijaga bukan hanya sebatas pada pimpinan saja, tetapi akhlak harus dijaga untuk merangkul eksternal dan internal yang membantu kinerjanya,” katanya.

Bupati Tantri mencontohkan dalam lingkup internal adalah merangkul bawahannya. Mindset yang dibutuhkan masyarakat dan dirindukan oleh bawahannya adalah pemimpin yang tidak terkesan arogan, tidak mau mendengar saran maupun pendapat dari bawahannya.

“Semua harus diubah perilakunya dari pemimpin saat ini. Etika dan akhlak pada eksternalpun harus diubah. Karena di lingkup ekternal secara langsung maupun tidak langsung akan mensupport kinerjanya,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri meminta agar segera melakukan percepatan dan penyesuaian di lingkungan kerja yang baru. Pelajari tupoksi masing-masing dan ajaklah komunikasi seluruh bawahannya agar supaya kinerjanya dapat terbantu dan terlaksana dengan baik.

“Terima seluruh saran, pendapat maupun masukan dari bawahannya. Pada prinsipnya kesempurnaan pekerjaan adalah buah pikir dari banyak orang. Karena manusia tidak ada yang absolut sempurna dan pasti ada kekurangannya. Yang dapat menyempurnakannya adalah dari kerja kolektif dari seluruh unit kerjanya,” tegasnya.

Menurut Bupati Tantri, target kinerja tentu harus tersusun dengan baik. Sebuah pekerjaan tidak akan sempurna manakala tidak ada target yang jelas dari unit kerjanya. “Pelajari dengan baik visi misi Bupati dan terjemahkan melalui program kegiatan yang dapat menolong unit kerjanya,” bebernya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/