alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

PMK Renggut Lima Ekor Sapi di Kota Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo- Jumlah hewan ternak yang mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Probolinggo terus bertambah. Pekan ini ada satu ekor sapi yang mati, sehingga total ada lima ekor ternak yang mati. Semuanya berupa sapi.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Probolinggo Aries Santoso mengatakan, jumlah sapi yang terpapar PMK mencapai 721 ekor. Dari jumlah itu, ada 455 ekor yang masih sakit. Sementara, 271 ekor lainnya sudah sembuh.

Sementara, untuk kambing belum ada yang ditemukan terpapar PMK. Untuk domba, masih sama seperti pekan lalu. Ada enam ekor terpapar dengan lima ekor dinyatakan sakit dan satu sudah sembuh.

“Untuk yang mati seluruhnya adalah sapi. Saat ini sudah lima ekor. Masing-masing dua ekor ditemukan di Kecamatan Wonoasih dan Kecamatan Kademangan. Satu lagi di Kecamatan Kedopok,” ujarnya.

Aries menjelaskan, dari empat kecamatan, Kecamatan Mayangan masih zero kasus. Saat ini tim sedang mengikuti sosialisasi teknis terkait vaksinasi. Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan kapan vaksinasi ternak bisa dilakukan.

Ia mengaku mendapatkan informasi jika vaksinasi awal dibatasi hanya 3 juta dosis. Sehingga peruntukannya diutamakan untuk yang prioritas. Yakni, daerah yang jadi awal mula penyebaran. Seperti Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto.

“Cuma kami harap memang secepatnya bisa ke daerah lain. Kalau Kota Probolinggo, dapat nanti kami utamakan sapi perah. Karena ini yang paling mendesak,” ujarnya. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo- Jumlah hewan ternak yang mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Probolinggo terus bertambah. Pekan ini ada satu ekor sapi yang mati, sehingga total ada lima ekor ternak yang mati. Semuanya berupa sapi.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Probolinggo Aries Santoso mengatakan, jumlah sapi yang terpapar PMK mencapai 721 ekor. Dari jumlah itu, ada 455 ekor yang masih sakit. Sementara, 271 ekor lainnya sudah sembuh.

Sementara, untuk kambing belum ada yang ditemukan terpapar PMK. Untuk domba, masih sama seperti pekan lalu. Ada enam ekor terpapar dengan lima ekor dinyatakan sakit dan satu sudah sembuh.

“Untuk yang mati seluruhnya adalah sapi. Saat ini sudah lima ekor. Masing-masing dua ekor ditemukan di Kecamatan Wonoasih dan Kecamatan Kademangan. Satu lagi di Kecamatan Kedopok,” ujarnya.

Aries menjelaskan, dari empat kecamatan, Kecamatan Mayangan masih zero kasus. Saat ini tim sedang mengikuti sosialisasi teknis terkait vaksinasi. Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan kapan vaksinasi ternak bisa dilakukan.

Ia mengaku mendapatkan informasi jika vaksinasi awal dibatasi hanya 3 juta dosis. Sehingga peruntukannya diutamakan untuk yang prioritas. Yakni, daerah yang jadi awal mula penyebaran. Seperti Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto.

“Cuma kami harap memang secepatnya bisa ke daerah lain. Kalau Kota Probolinggo, dapat nanti kami utamakan sapi perah. Karena ini yang paling mendesak,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/