alexametrics
26 C
Probolinggo
Friday, 20 May 2022

Mandi di Tepi Sungai Kedunggaleng Dringu, Bocah TK Tenggelam

DRINGU, Radar Bromo-Agenda Fd, 4 main dan mandi di tepi sungai di Sungai Kedunggaleng, dekat rumahnya berujung tragedi. Bocah asal Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu tenggelam.

Kejadian nahas itu terjadi Kamis siang (17/6). Saat itu Fd main bersama kakaknya yang berusia 6 tahun dan temannya yang masih seumuran dengannya. Selanjutnya, mereka mandi di sungai yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah mereka.

Saat tengah mandi di tepi sungai itu, ketiga bocah itu sudah sempat dihalau untuk tidak mandi di sungai. “Tadi sudah saya halau untuk pergi dan tidak mandi di sungai. Setelah mereka pergi, saya langsung ke selatan sungai untuk tambang pasir. Tidak lama, ternyata ada warga yang teriak ada anak tenggelam,” kata Kamil, 65, warga setempat.

Proses pencairan sendiri membutuhkan waktu cukup lama sekitar 1 jam. Hingga  akhirnya, korban Fd ditemukan tenggelam di tengah sungai, dekat lokasi awal mereka mandi.

Korban Fd langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Wonolangan Dringu. Sempat dilakukan penanganan medis, untuk menyelamatkan nyawa Fd, namun takdir berkata lain. Nyawa korban yang baru masuk TK itu tak dapat ditolong.

”Bocah yang tenggelam itu meninggal di rumah sakit. Sempat dilakukan upaya medis selamatkan nyawa korban, tapi tidak dapat tertolong lagi,” kata Kapolsek Dringu Iptu Bagus Purnama.

Saat ditemui Kapolsek mengatakan, dirinya mendapatkan laporan dari kepala desa, adanya bocah tenggelam di sungai. Setelah didatangi ke lokasi kejadian, korban itu belum ditemukan. Petugas bersama warga melakukan pencarian dan ditemukan di tengah sungai posisi tenggelam.

”Sungai itu tidak biasa jadi tempat mandi. Entah kenapa ada tiga anak kecil yang mandi di tepi sungai itu dan satu korban meninggal,” terangnya. (mas/mie)

DRINGU, Radar Bromo-Agenda Fd, 4 main dan mandi di tepi sungai di Sungai Kedunggaleng, dekat rumahnya berujung tragedi. Bocah asal Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu tenggelam.

Kejadian nahas itu terjadi Kamis siang (17/6). Saat itu Fd main bersama kakaknya yang berusia 6 tahun dan temannya yang masih seumuran dengannya. Selanjutnya, mereka mandi di sungai yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah mereka.

Saat tengah mandi di tepi sungai itu, ketiga bocah itu sudah sempat dihalau untuk tidak mandi di sungai. “Tadi sudah saya halau untuk pergi dan tidak mandi di sungai. Setelah mereka pergi, saya langsung ke selatan sungai untuk tambang pasir. Tidak lama, ternyata ada warga yang teriak ada anak tenggelam,” kata Kamil, 65, warga setempat.

Proses pencairan sendiri membutuhkan waktu cukup lama sekitar 1 jam. Hingga  akhirnya, korban Fd ditemukan tenggelam di tengah sungai, dekat lokasi awal mereka mandi.

Korban Fd langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Wonolangan Dringu. Sempat dilakukan penanganan medis, untuk menyelamatkan nyawa Fd, namun takdir berkata lain. Nyawa korban yang baru masuk TK itu tak dapat ditolong.

”Bocah yang tenggelam itu meninggal di rumah sakit. Sempat dilakukan upaya medis selamatkan nyawa korban, tapi tidak dapat tertolong lagi,” kata Kapolsek Dringu Iptu Bagus Purnama.

Saat ditemui Kapolsek mengatakan, dirinya mendapatkan laporan dari kepala desa, adanya bocah tenggelam di sungai. Setelah didatangi ke lokasi kejadian, korban itu belum ditemukan. Petugas bersama warga melakukan pencarian dan ditemukan di tengah sungai posisi tenggelam.

”Sungai itu tidak biasa jadi tempat mandi. Entah kenapa ada tiga anak kecil yang mandi di tepi sungai itu dan satu korban meninggal,” terangnya. (mas/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/