alexametrics
28.5 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Liburan Waisak, Okupansi Hotel di Bromo Naik 90 Persen

SUKAPURA, Radar Bromo Long weekend yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak mampu menyedot kunjungan wisatawan ke Kabupaten Probolinggo. Khususnya kunjungan ke Gunung Bromo. Bahkan, okupansi hotel di Kecamatan Sukapura meningkat hingga 90 persen.

Ketua BPC PHRI Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin mengatakan, pelaku usaha wisata di kawasan Bromo mulai tersenyum lebar. Sebab, sektor pariwisata terus bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19 selama 2 tahun lebih.

”Harapan sektor pariwisata untuk terus bangkit sudah terlihat. Selama dua tahun lebih, wisata terdampak pandemi Covid-19. Tapi mulai liburan Lebaran sampai libur panjang Waisak ini, sektor wisata ramai terus,” katanya.

Yoyok sapaan akrabnya menyebut, okupansi atau tingkat hunian hotel di kawasan Bromo naik drastis selama libur Lebaran dan liburan pekan ini yang bertepatan dengan Waisak. Bahkan, okupansi hotel eslama akhir pekan ini lebih tinggi dibanding saat libur Lebaran.

”Libur panjang bersamaan dengan hari Raya Waisak sekarang lebih ramai dibanding Lebaran. Okupansi hotel bisa sampai 90 persen. Saat Lebaran itu hanya sekitar 75 persen,” terangnya.

Peningkatan kunjungan wisatawan dan okupansi hotel dikatakan Yoyok, tidak lepas dari meredanya pandemi Covid-19. Selama pandemi, pengunjung tidak bisa datang karena terbentur aturan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) dan lainnya.

Namun, kini penyebaran Covid-19 mulai reda. Dampaknya, semua kegiatan lebih longgar. Meskipun demikian, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam menyambut dan melayani pengunjung. Begitu juga, pengunjung yang menginap harus menerapkan prokes.

SUKAPURA, Radar Bromo Long weekend yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak mampu menyedot kunjungan wisatawan ke Kabupaten Probolinggo. Khususnya kunjungan ke Gunung Bromo. Bahkan, okupansi hotel di Kecamatan Sukapura meningkat hingga 90 persen.

Ketua BPC PHRI Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin mengatakan, pelaku usaha wisata di kawasan Bromo mulai tersenyum lebar. Sebab, sektor pariwisata terus bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19 selama 2 tahun lebih.

”Harapan sektor pariwisata untuk terus bangkit sudah terlihat. Selama dua tahun lebih, wisata terdampak pandemi Covid-19. Tapi mulai liburan Lebaran sampai libur panjang Waisak ini, sektor wisata ramai terus,” katanya.

Yoyok sapaan akrabnya menyebut, okupansi atau tingkat hunian hotel di kawasan Bromo naik drastis selama libur Lebaran dan liburan pekan ini yang bertepatan dengan Waisak. Bahkan, okupansi hotel eslama akhir pekan ini lebih tinggi dibanding saat libur Lebaran.

”Libur panjang bersamaan dengan hari Raya Waisak sekarang lebih ramai dibanding Lebaran. Okupansi hotel bisa sampai 90 persen. Saat Lebaran itu hanya sekitar 75 persen,” terangnya.

Peningkatan kunjungan wisatawan dan okupansi hotel dikatakan Yoyok, tidak lepas dari meredanya pandemi Covid-19. Selama pandemi, pengunjung tidak bisa datang karena terbentur aturan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) dan lainnya.

Namun, kini penyebaran Covid-19 mulai reda. Dampaknya, semua kegiatan lebih longgar. Meskipun demikian, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam menyambut dan melayani pengunjung. Begitu juga, pengunjung yang menginap harus menerapkan prokes.

MOST READ

BERITA TERBARU

/