alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Dishub Kota Probolinggo: CCTV ETLE Butuh Anggaran Besar

MAYANGAN, Radar Bromo – Penerapan Closed Circuit Television Electronic Traffic Law Enforcement (CCTV ETLE) di Kota Probolinggo tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, penyediaan alat membutuhkan anggaran besar. Satu unit CCTV ETLE butuh biaya Rp 2 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Agus Effendi mengungkapkan, pemberlakuan CCTV ETLE belum bisa dilakukan. Untuk diusulkan dalam APBD juga belum memungkinkan dari segi kemampuan anggaran. Untuk pengadaan empat unit saja bisa sampai Rp 8 miliar.

Penerapan CCTV ETLE sebenarnya diperlukan, namun tidak mendesak. Apalagi tingkat kemacetan di Kota Probolinggo masih normatif. Sehingga, kemungkinan pengadaannya dilakukan secara bertahap lewat APBD. Namun paling cepat usai proyek rumah sakit baru rampung.

“APBD juga terbatas karena Kota Probolinggo bukan kota besar. Kami sudah mengusulkan rencana ini pada 2024. Sebab, 2023 masih prioritas ke RSUD baru,” ungkapnya.

Mantan Kasatpol PP Kota Probolinggo ini menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan ke Polres Probolinggo Kota agar mengajukan hibah mobil integrated node capture attitude record (INCAR) dahulu sembari menunggu CCTV ETLE. Perkiraan mobil ini membutuhkan anggaran Rp 600 juta.

Nanti pengadaannya bisa dengan Satlantas Polres Probolinggo Kota mengajukan proposal hibah ke Wali Kota. Karena proses hibah harus satu tahun anggaran sebelumnya dan sebelumnya akan diverifikasi oleh oleh tim anggaran dahulu.

“Kalau mengusulkan ke Kemenhub sepertinya sulit karena ini butuh biaya besar. Apalagi ini program Polri Memang yang diprioritaskan itu kota kota besar. Nanti kita ajukan secara bertahap,” jelas Agus.

MAYANGAN, Radar Bromo – Penerapan Closed Circuit Television Electronic Traffic Law Enforcement (CCTV ETLE) di Kota Probolinggo tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, penyediaan alat membutuhkan anggaran besar. Satu unit CCTV ETLE butuh biaya Rp 2 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Agus Effendi mengungkapkan, pemberlakuan CCTV ETLE belum bisa dilakukan. Untuk diusulkan dalam APBD juga belum memungkinkan dari segi kemampuan anggaran. Untuk pengadaan empat unit saja bisa sampai Rp 8 miliar.

Penerapan CCTV ETLE sebenarnya diperlukan, namun tidak mendesak. Apalagi tingkat kemacetan di Kota Probolinggo masih normatif. Sehingga, kemungkinan pengadaannya dilakukan secara bertahap lewat APBD. Namun paling cepat usai proyek rumah sakit baru rampung.

“APBD juga terbatas karena Kota Probolinggo bukan kota besar. Kami sudah mengusulkan rencana ini pada 2024. Sebab, 2023 masih prioritas ke RSUD baru,” ungkapnya.

Mantan Kasatpol PP Kota Probolinggo ini menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan ke Polres Probolinggo Kota agar mengajukan hibah mobil integrated node capture attitude record (INCAR) dahulu sembari menunggu CCTV ETLE. Perkiraan mobil ini membutuhkan anggaran Rp 600 juta.

Nanti pengadaannya bisa dengan Satlantas Polres Probolinggo Kota mengajukan proposal hibah ke Wali Kota. Karena proses hibah harus satu tahun anggaran sebelumnya dan sebelumnya akan diverifikasi oleh oleh tim anggaran dahulu.

“Kalau mengusulkan ke Kemenhub sepertinya sulit karena ini butuh biaya besar. Apalagi ini program Polri Memang yang diprioritaskan itu kota kota besar. Nanti kita ajukan secara bertahap,” jelas Agus.

MOST READ

BERITA TERBARU

/