alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

BPBD: Waspadai Anomali Cuaca meski Sudah Pancaroba

DRINGU, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo saat ini sejatinya telah masuk musim pancaroba. Namun masih saja turun hujan. Anomali cuaca membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih waspada bencana hidrometeorologi.

Intensitas curah hujan terus mengalami penurunan. Berangsur-angsur wilayah menjadi sedikit panas. Hal ini menunjukkan jika Kabupaten Probolinggo akan masuk musim kemarau. Akan tetapi cuaca dapat dengan cepat berubah. Sebelumnya terik kemudian menjadi hujan lebat. Hal ini pun membuat BPBD masih bersiaga bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

“Seharusnya Mei sudah peralihan musim kemarau. Tapi masih saja ada hujan, bahkan hujan turun dengan intensitas tinggi. Anomali cuaca inilah yang kami waspadai,” kata Pejabat fungsional Penata Penanggulangan Bencana Muda BPBD Kabupaten Probolinggo, Abdullah.

Kewaspadaan tersebut dilakukan dengan memantau wilayah potensi bencana hidrometeorologi yang sebelumnya sudah pernah terjadi. Serta mewaspadai wilayah yang telah dipetakan. Pada wilayah tersebut sudah disiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC). Agar nantinya bisa melakukan assessment dengan cepat dan maksimal.

“Jika ada bencana kami hanya berupaya melakukan penanganan dengan cepat. Hal ini untuk mitigasi risiko yang dapat ditimbulkan. Selanjutnya tentu ada OPD yang menangani,” pungkasnya. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo saat ini sejatinya telah masuk musim pancaroba. Namun masih saja turun hujan. Anomali cuaca membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih waspada bencana hidrometeorologi.

Intensitas curah hujan terus mengalami penurunan. Berangsur-angsur wilayah menjadi sedikit panas. Hal ini menunjukkan jika Kabupaten Probolinggo akan masuk musim kemarau. Akan tetapi cuaca dapat dengan cepat berubah. Sebelumnya terik kemudian menjadi hujan lebat. Hal ini pun membuat BPBD masih bersiaga bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

“Seharusnya Mei sudah peralihan musim kemarau. Tapi masih saja ada hujan, bahkan hujan turun dengan intensitas tinggi. Anomali cuaca inilah yang kami waspadai,” kata Pejabat fungsional Penata Penanggulangan Bencana Muda BPBD Kabupaten Probolinggo, Abdullah.

Kewaspadaan tersebut dilakukan dengan memantau wilayah potensi bencana hidrometeorologi yang sebelumnya sudah pernah terjadi. Serta mewaspadai wilayah yang telah dipetakan. Pada wilayah tersebut sudah disiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC). Agar nantinya bisa melakukan assessment dengan cepat dan maksimal.

“Jika ada bencana kami hanya berupaya melakukan penanganan dengan cepat. Hal ini untuk mitigasi risiko yang dapat ditimbulkan. Selanjutnya tentu ada OPD yang menangani,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/