alexametrics
24.7 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Satu Perlintasan KA Butuh Rp 300 Juta, Dishub Ajukan Satu

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, menambah pos perlintasan kereta api terus dimatangkan. Bahkan, kini tengah disusun pengajuan anggaran untuk membangunnya. Satu pos dibutuhkan anggaran cukup besar, Rp 300 juta.

Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, setelah rekomendasi pembangunan tiga pos perlintasan kereta api turun, kini butuh anggaran untuk membangunnya. Nah, anggaran ini rencananya akan diajukan melalui Perubahan Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (P-APBD).

“Usulan kami alokasi dana untuk pembangunan pos sekitar Rp 100 juta. Sedangkan, palang pintu semi otomatis sekitar Rp 200 juta. Jadi, total untuk 1 pos dibutuhkan sekitar Rp 300 juta,” jelasnya, Sabtu (16/4).

Dari rencana 3 pos perlintasan kereta api yang akan dibangun, tahun ini Dishub hanya akan mengajukan pembangunan 1 pos. Yakni, di perlintasan kereta api di Jalan S. Parman, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Lokasi ini dinyatakan paling membutuhkan.

Jika pengajuan anggaran ini disetujui, kata Agus, pembangunannya bisa dilakukan mulai Oktober 2022. “Nanti kami rencanakan 1 pos butuh 6 petugas. Petugas tersebut masih kami konsep kemungkingan-kemungkinan yang ada,” ujarnya.

Diketahui, Dishub Kota Probolinggo berencana menambah pos perlintasan kereta api di 3 titik. Yakni, di Jalan Flamboyan, Kelurahan Pilang; Jalan S. Parman, Kelurahan Jati; dan di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan. Rencana ini telah diajukan ke Direktorat Keselamatan Kementerian Perhubungan yang disambut baik dengan terbitnya rekomendasi. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, menambah pos perlintasan kereta api terus dimatangkan. Bahkan, kini tengah disusun pengajuan anggaran untuk membangunnya. Satu pos dibutuhkan anggaran cukup besar, Rp 300 juta.

Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, setelah rekomendasi pembangunan tiga pos perlintasan kereta api turun, kini butuh anggaran untuk membangunnya. Nah, anggaran ini rencananya akan diajukan melalui Perubahan Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (P-APBD).

“Usulan kami alokasi dana untuk pembangunan pos sekitar Rp 100 juta. Sedangkan, palang pintu semi otomatis sekitar Rp 200 juta. Jadi, total untuk 1 pos dibutuhkan sekitar Rp 300 juta,” jelasnya, Sabtu (16/4).

Dari rencana 3 pos perlintasan kereta api yang akan dibangun, tahun ini Dishub hanya akan mengajukan pembangunan 1 pos. Yakni, di perlintasan kereta api di Jalan S. Parman, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Lokasi ini dinyatakan paling membutuhkan.

Jika pengajuan anggaran ini disetujui, kata Agus, pembangunannya bisa dilakukan mulai Oktober 2022. “Nanti kami rencanakan 1 pos butuh 6 petugas. Petugas tersebut masih kami konsep kemungkingan-kemungkinan yang ada,” ujarnya.

Diketahui, Dishub Kota Probolinggo berencana menambah pos perlintasan kereta api di 3 titik. Yakni, di Jalan Flamboyan, Kelurahan Pilang; Jalan S. Parman, Kelurahan Jati; dan di Jalan Sunan Muria, Kelurahan Kebonsari Wetan. Rencana ini telah diajukan ke Direktorat Keselamatan Kementerian Perhubungan yang disambut baik dengan terbitnya rekomendasi. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/