alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Rawan Penyakit, Dinas Peternakan Lakukan Pemeriksaan Produk Hewan

DRINGU, Radar Bromo – Produk hewani menjadi salah satu produk yang banyak dikonsumsi masyarakat. Baik ketika Ramadan, terutama menjelang Lebaran. Karena itu, pengawasan dan pemeriksaan produk hewani terus dilakukan. Tujuannya, menjamin pangan asal hewan yang beredar di masyarakat sehat.

Medik Veteriner Muda-Pengawas Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, produk yang dikonsumsi harus layak dan baik. karena itu, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan.

Salah satunya yang diperiksa adalah sebuah peternakan ayam petelur di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura. “Kami lakukan pengecekan pada produksi telurnya,” ujarnya, Sabtu (16/4).

Pihaknya mengambil sample telur untuk diuji salmonella oleh Tim UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Malang. Serta, pembinaan nomor kontrol veteriner (NKV) kepada unit usaha.

Dari hasil survei ditemukan, bahwa unit usaha harus tetap mematuhi hiegine sanitasi dan check list sesuai di NKV. Serta, harus selalu memberikan pemahaman dan pembinaan berkelanjutan tentang pentingnya mengikuti SOP dan menjaga hyegine sanitasi produk hewan kepada para karyawannya.

“Hasil uji salmonella telur oleh UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Malang, bisa diketahui sekitar 2-3 minggu kemudian,” ungkapnya.

Niko menerangkan, pengawasan ini sejalan dengan Undang-undang (UU) Nomor 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan juncto UU Nomor 41/2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 18/2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

DRINGU, Radar Bromo – Produk hewani menjadi salah satu produk yang banyak dikonsumsi masyarakat. Baik ketika Ramadan, terutama menjelang Lebaran. Karena itu, pengawasan dan pemeriksaan produk hewani terus dilakukan. Tujuannya, menjamin pangan asal hewan yang beredar di masyarakat sehat.

Medik Veteriner Muda-Pengawas Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo Nikolas Nuryulianto mengatakan, produk yang dikonsumsi harus layak dan baik. karena itu, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan.

Salah satunya yang diperiksa adalah sebuah peternakan ayam petelur di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura. “Kami lakukan pengecekan pada produksi telurnya,” ujarnya, Sabtu (16/4).

Pihaknya mengambil sample telur untuk diuji salmonella oleh Tim UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Malang. Serta, pembinaan nomor kontrol veteriner (NKV) kepada unit usaha.

Dari hasil survei ditemukan, bahwa unit usaha harus tetap mematuhi hiegine sanitasi dan check list sesuai di NKV. Serta, harus selalu memberikan pemahaman dan pembinaan berkelanjutan tentang pentingnya mengikuti SOP dan menjaga hyegine sanitasi produk hewan kepada para karyawannya.

“Hasil uji salmonella telur oleh UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Malang, bisa diketahui sekitar 2-3 minggu kemudian,” ungkapnya.

Niko menerangkan, pengawasan ini sejalan dengan Undang-undang (UU) Nomor 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan juncto UU Nomor 41/2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 18/2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/