alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Tagihan Air di Kota Probolinggo Bengkak, Eh Petugas Salah Input Data

“Kami merasa diberatkan dengan tidak adanya atau tidak dapatnya mengubah data yang mereka input. Dengan alasan sudah menjadi tagihan,” katanya.

Pihaknya berharap dan menyarankan ada perubahan pelayanan dan perbaikan sistem. Mengingat sistem juga dibuat oleh mereka. “Karena bisa jadi bukan hanya saya yang mengalami salah input data. Mungkin di kemudian hari bisa jadi akan ada salah input lagi yang dialami konsumen yang lain,” tulisnya.

Adanya keluhan pelanggan ini dibenarkan oleh Plt Kabag Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Bayuangga Erang Budi Cahyono. Bahkan, ia mengaku sudah membalasnya pada kolom coment. “Kami sudah sampaikan kepada yang bersangkutan. Kami juga sudah datang ke rumahnya. Sudah dijelaskan. Saat ini masih proses penyelesaian,” ujarnya, Rabu (16/2) siang.

Menurutnya, setiap manusia tidak selalu benar. Apalagi, persoalan membengkaknya tagihan air ini sering muncul dengan kasus yang berbeda. “Ada juga yang mengalami pembengkakan pembayaran. Kalau masalah ini, bisa jadi terjadi kebocoran instalasinya,” ujarnya.

Jika terjadi kebocoran, pihaknya mengaku kesulitan untuk mendeteksinya. Karena, tidak akan berbunyi seperti mesin pompa air. Apalagi, banyak instalasi air yang berada di bawah lantai. “Ini kan harus mengecek di mana instalasi yang bocor. Banyak juga pemilik rumah sendiri tidak tahu saluran instalasinya,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Plt Kasubag Rekening dan Pelayanan Perumda Air Minum Bayuangga Suyanto. Menurutnya, masalah lainnya saat petugas melakukan pengecekan meteran, rumah pelanggan kadang sedang ditutup. Karenanya, perhitunganya diambil rata-rata penggunaan tiga bulan terakhir.

“Makanya, untuk menghindari ketidaksesuaian input, tahun ini kami berupaya dapat menggunakan aplikasi pembaca meteran pelanggan. Sehingga pelanggan bisa langsung memfotokan meterannya dan dikirim ke kami,” jelasnya.

“Kami merasa diberatkan dengan tidak adanya atau tidak dapatnya mengubah data yang mereka input. Dengan alasan sudah menjadi tagihan,” katanya.

Pihaknya berharap dan menyarankan ada perubahan pelayanan dan perbaikan sistem. Mengingat sistem juga dibuat oleh mereka. “Karena bisa jadi bukan hanya saya yang mengalami salah input data. Mungkin di kemudian hari bisa jadi akan ada salah input lagi yang dialami konsumen yang lain,” tulisnya.

Adanya keluhan pelanggan ini dibenarkan oleh Plt Kabag Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Bayuangga Erang Budi Cahyono. Bahkan, ia mengaku sudah membalasnya pada kolom coment. “Kami sudah sampaikan kepada yang bersangkutan. Kami juga sudah datang ke rumahnya. Sudah dijelaskan. Saat ini masih proses penyelesaian,” ujarnya, Rabu (16/2) siang.

Menurutnya, setiap manusia tidak selalu benar. Apalagi, persoalan membengkaknya tagihan air ini sering muncul dengan kasus yang berbeda. “Ada juga yang mengalami pembengkakan pembayaran. Kalau masalah ini, bisa jadi terjadi kebocoran instalasinya,” ujarnya.

Jika terjadi kebocoran, pihaknya mengaku kesulitan untuk mendeteksinya. Karena, tidak akan berbunyi seperti mesin pompa air. Apalagi, banyak instalasi air yang berada di bawah lantai. “Ini kan harus mengecek di mana instalasi yang bocor. Banyak juga pemilik rumah sendiri tidak tahu saluran instalasinya,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Plt Kasubag Rekening dan Pelayanan Perumda Air Minum Bayuangga Suyanto. Menurutnya, masalah lainnya saat petugas melakukan pengecekan meteran, rumah pelanggan kadang sedang ditutup. Karenanya, perhitunganya diambil rata-rata penggunaan tiga bulan terakhir.

“Makanya, untuk menghindari ketidaksesuaian input, tahun ini kami berupaya dapat menggunakan aplikasi pembaca meteran pelanggan. Sehingga pelanggan bisa langsung memfotokan meterannya dan dikirim ke kami,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/