alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Tagihan Air di Kota Probolinggo Bengkak, Eh Petugas Salah Input Data

MAYANGAN, Radar Bromo – Pelayanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Bayuangga Kota Probolinggo dikeluhkan konsumen. Pembayarannya membengkak. Nahasnya, setelah diketahui adanya salah input, petugas tidak bisa mengubah datanya.

Kekecewaaan itu disampaikan warga Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Kristian Dony Setyawan. Bahkan, Dony menuangkan kekecewaannya melalui media konsumen yang bisa diakses oleh warga Kota Probolinggo. Ia mengaku kecewa terhadap kinerja petugas yang salah menginput data.

“Saya mengajukan keluhan terkait kesalahan input pemakaian air di bulan Januari 2022. Di mana, tagihan pada bulan Januari sebesar Rp 238.700,” tulisnya.

Setelah kami mendatangi petugas komplain dan menanyakan total meteran yang tercatat di Perumda, diperoleh angka 207 M3. Sedangkan, pemakaian real di meteran rumahnya masih di angka 94 M3. Terdapat selisih yang cukup tinggi.

Sebagai bukti pemakaian air, pihak Perumda menunjukkan foto bukti angka pemakaian meteran rumah di data Perumda dengan angka 207 M3. Sedangkan, Dony juga menunjukkan foto real meteran rumahnya yang di angka 94 M3.

Karena perbedaan data itu, pihak Perumda melakukan pengecekan lapangan. Setelah dicek, benar meteran di rumah Dony masih di bawah 100 M3. “Atas temuan tersebut, diperoleh fakta bahwa foto dan data yang tercatat dan menjadi tagihan tersebut bukanlah dari meteran rumah saya,” tulisnya.

Namun, ternyata nilai tagihan pemakaian air itu tidak dapat diubah. Melainkan, tetap sesuai data yang ada di Perumda. Dony pun mengaku merasa dirugikan. Karena, kesalahan petugas dibebankan kepada pelanggan. Dengan alasan tidak bisa mengubah data.

MAYANGAN, Radar Bromo – Pelayanan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Bayuangga Kota Probolinggo dikeluhkan konsumen. Pembayarannya membengkak. Nahasnya, setelah diketahui adanya salah input, petugas tidak bisa mengubah datanya.

Kekecewaaan itu disampaikan warga Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Kristian Dony Setyawan. Bahkan, Dony menuangkan kekecewaannya melalui media konsumen yang bisa diakses oleh warga Kota Probolinggo. Ia mengaku kecewa terhadap kinerja petugas yang salah menginput data.

“Saya mengajukan keluhan terkait kesalahan input pemakaian air di bulan Januari 2022. Di mana, tagihan pada bulan Januari sebesar Rp 238.700,” tulisnya.

Setelah kami mendatangi petugas komplain dan menanyakan total meteran yang tercatat di Perumda, diperoleh angka 207 M3. Sedangkan, pemakaian real di meteran rumahnya masih di angka 94 M3. Terdapat selisih yang cukup tinggi.

Sebagai bukti pemakaian air, pihak Perumda menunjukkan foto bukti angka pemakaian meteran rumah di data Perumda dengan angka 207 M3. Sedangkan, Dony juga menunjukkan foto real meteran rumahnya yang di angka 94 M3.

Karena perbedaan data itu, pihak Perumda melakukan pengecekan lapangan. Setelah dicek, benar meteran di rumah Dony masih di bawah 100 M3. “Atas temuan tersebut, diperoleh fakta bahwa foto dan data yang tercatat dan menjadi tagihan tersebut bukanlah dari meteran rumah saya,” tulisnya.

Namun, ternyata nilai tagihan pemakaian air itu tidak dapat diubah. Melainkan, tetap sesuai data yang ada di Perumda. Dony pun mengaku merasa dirugikan. Karena, kesalahan petugas dibebankan kepada pelanggan. Dengan alasan tidak bisa mengubah data.

MOST READ

BERITA TERBARU

/