alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Hasil Survei: Minat Baca Warga Kota Probolinggo Masih Kurang

KANIGARAN, Radar Bromo – Minat baca warga Kota Probolinggo masih perlu terus dipupuk. Sejauh ini masih masuk kategori sedang. Hanya 46,52 persen. Angka ini masih jauh dari kategori tinggi yang mencapai di atas 70 persen.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Probolinggo Paeni mengaku, pada akhir tahun lalu, sempat melakukan survei untuk mengetahui minat baca warga Kota Probolinggo. Hasilnya minat baca masyarakat baru 46,52 persen.

Angka ini masih terus perlu dipompa. Sejauh ini, pemkot telah menyediakan fasilitas untuk mendukung literasi. Masyarakat bisa meminjam dan membaca buku di Pepustakaan Umum Daerah di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

“Di sini kami juga menyediakan e-Book yang bisa dilihat dan dibaca secara gratis. Tentu ini sangat mengecewakan. Berarti, tugas kami untuk mendorong agar masyarakat lebih suka membaca perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Selama ini, masyarakat, utamanya generasi milenial, kata Paeni, memang kurang terbiasa membaca. Apalagi saat ini informasi bisa diakses dalam internet. Mereka lebih suka menghabiskan waktu bermain internet daripada membaca buku.

Namun, pihaknya tetap rutin memberikan selebaran dan brosur serta sosialisasi untuk meningkatkan minat baca. Terutama di sekolah-sekolah, baik tingkat SD maupun SMP. Agar siswa rajin mengunjungi perpustakaan.

Tujuannya, kata Paeni, mereka jadi melek literasi dan menjadi terbiasa membaca buku. “Ke depan ini akan kami lebih masifkan lagi kepada siswa,” ujarnya. (riz/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Minat baca warga Kota Probolinggo masih perlu terus dipupuk. Sejauh ini masih masuk kategori sedang. Hanya 46,52 persen. Angka ini masih jauh dari kategori tinggi yang mencapai di atas 70 persen.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Probolinggo Paeni mengaku, pada akhir tahun lalu, sempat melakukan survei untuk mengetahui minat baca warga Kota Probolinggo. Hasilnya minat baca masyarakat baru 46,52 persen.

Angka ini masih terus perlu dipompa. Sejauh ini, pemkot telah menyediakan fasilitas untuk mendukung literasi. Masyarakat bisa meminjam dan membaca buku di Pepustakaan Umum Daerah di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

“Di sini kami juga menyediakan e-Book yang bisa dilihat dan dibaca secara gratis. Tentu ini sangat mengecewakan. Berarti, tugas kami untuk mendorong agar masyarakat lebih suka membaca perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Selama ini, masyarakat, utamanya generasi milenial, kata Paeni, memang kurang terbiasa membaca. Apalagi saat ini informasi bisa diakses dalam internet. Mereka lebih suka menghabiskan waktu bermain internet daripada membaca buku.

Namun, pihaknya tetap rutin memberikan selebaran dan brosur serta sosialisasi untuk meningkatkan minat baca. Terutama di sekolah-sekolah, baik tingkat SD maupun SMP. Agar siswa rajin mengunjungi perpustakaan.

Tujuannya, kata Paeni, mereka jadi melek literasi dan menjadi terbiasa membaca buku. “Ke depan ini akan kami lebih masifkan lagi kepada siswa,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/