alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Pasar Baru Probolinggo Bocor, Pedagang Mengeluh

KANIGARAN, Radar Bromo – Kondisi Pasar Baru, Kota Probolinggo, semakin memprihatinkan. Bangunan yang sudah tua, membuat kondisinya banyak yang rusak. Kebocoran atap pasar banyak dikeluhkan pedagang yang sehari-hari beraktivitas di dalam pasar.

Salah satunya adalah Andriani, pedagang di Pasar Baru. Warga Kelurahan/ Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ini mengatakan atap di lapak tempatnya berjualan bocor.

“Tempat saya jualan ini sering bocor. Bahkan, ketika di luar tidak hujan, sering kena bocoran air dari talang,” ujar Andriani.

Andriani tidak tinggal diam melihat lapaknya bocor. Dia dengan sigap memasang terpal di atas tempatnya berjualan. “Kalau kena air terus-terusan, jualan saya jadi busuk. Saya rugi,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Noor Ali tidak menampik adanya pengaduan pedagang terkait kebocoran Pasar Baru.

“Kondisi bangunan Pasar Baru memang sudah tua. Jadi, ada masalah kebocoran itu. Tahun 2020 sudah dilakukan perbaikan kebocoran, namun memang belum semua karena keterbatasan anggaran. Sudah kami minta kepada UPT Pasar untuk mendata bagian-bagian yang bocor untuk segera ditindaklanjuti,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati. Ia menjelaskan, pada akhir 2020, sebagian atap Pasar Baru telah diperbaiki. “Desember lalu sudah saya minta kepada UPT Pasar untuk memperbaiki. Namun informasi dari staf, memang tidak semua diperbaiki karena sisa anggaran terbatas. Sedangkan di sana banyak yang perlu dibenahi karena kayunya sudah banyak yang keropos,” jelasnya. (put/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Kondisi Pasar Baru, Kota Probolinggo, semakin memprihatinkan. Bangunan yang sudah tua, membuat kondisinya banyak yang rusak. Kebocoran atap pasar banyak dikeluhkan pedagang yang sehari-hari beraktivitas di dalam pasar.

Salah satunya adalah Andriani, pedagang di Pasar Baru. Warga Kelurahan/ Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ini mengatakan atap di lapak tempatnya berjualan bocor.

“Tempat saya jualan ini sering bocor. Bahkan, ketika di luar tidak hujan, sering kena bocoran air dari talang,” ujar Andriani.

Andriani tidak tinggal diam melihat lapaknya bocor. Dia dengan sigap memasang terpal di atas tempatnya berjualan. “Kalau kena air terus-terusan, jualan saya jadi busuk. Saya rugi,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Noor Ali tidak menampik adanya pengaduan pedagang terkait kebocoran Pasar Baru.

“Kondisi bangunan Pasar Baru memang sudah tua. Jadi, ada masalah kebocoran itu. Tahun 2020 sudah dilakukan perbaikan kebocoran, namun memang belum semua karena keterbatasan anggaran. Sudah kami minta kepada UPT Pasar untuk mendata bagian-bagian yang bocor untuk segera ditindaklanjuti,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati. Ia menjelaskan, pada akhir 2020, sebagian atap Pasar Baru telah diperbaiki. “Desember lalu sudah saya minta kepada UPT Pasar untuk memperbaiki. Namun informasi dari staf, memang tidak semua diperbaiki karena sisa anggaran terbatas. Sedangkan di sana banyak yang perlu dibenahi karena kayunya sudah banyak yang keropos,” jelasnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/