alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Gagal karena NIK, Permohonan Modal UMKM Masih Bisa Diproses

KANIGARAN, Radar Bromo – Animo masyarakat untuk mendapatkan bantuan permodalan UMKM dari Kementerian Koperasi dan UKM, sangat tinggi. Bahkan, sejumlah pelaku UMKM yang sempat mengajukan dan gagal dalam proses verifikasi, terus berusaha mendaftar untuk mendapatkannya.

Salah satunya diungkapkan warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, AN, 35. Ia mengaku berencana mengajukan kembali untuk mendapatkan bantuan modal setelah sebelumnya gagal lolos dalam proses verifikasi dari Kementerian.

“Saya mendaftar tahap pertama di DKUPP, tapi gagal diverifikasi di Kementerian. Jadi, tidak dapat BLT UMKM (bantuan permodalan UMKM),” ujarnya.

Saat disinggung alasan gagal lolos verifikasi, AN mengaku, pernah menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank. Kini, kredit itu sudah lunas dan tidak diperpanjang. “Kalau sekarang sudah tidak ada kredit lagi, tapi gak tahu kenapa ditolak. Infonya yang saya terima, BLT ini bukan buat orang yang menerima kredit, saya kan sudah lunas dan tidak ada kredit,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati memastikan, bagi UMKM yang gagal karena masalah Nomer Induk Kependudukan (NIK), masih bisa mendaftar ulang. “Namun, jika gagalnya karena ada pinjaman di bank atau usahanya dianggap tidak layak oleh Kementerian, kami tidak bisa membantu. Mendaftar kembali bisa dilakukan di masing-masing kelurahan,” ujarnya. (put/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Animo masyarakat untuk mendapatkan bantuan permodalan UMKM dari Kementerian Koperasi dan UKM, sangat tinggi. Bahkan, sejumlah pelaku UMKM yang sempat mengajukan dan gagal dalam proses verifikasi, terus berusaha mendaftar untuk mendapatkannya.

Salah satunya diungkapkan warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, AN, 35. Ia mengaku berencana mengajukan kembali untuk mendapatkan bantuan modal setelah sebelumnya gagal lolos dalam proses verifikasi dari Kementerian.

“Saya mendaftar tahap pertama di DKUPP, tapi gagal diverifikasi di Kementerian. Jadi, tidak dapat BLT UMKM (bantuan permodalan UMKM),” ujarnya.

Saat disinggung alasan gagal lolos verifikasi, AN mengaku, pernah menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank. Kini, kredit itu sudah lunas dan tidak diperpanjang. “Kalau sekarang sudah tidak ada kredit lagi, tapi gak tahu kenapa ditolak. Infonya yang saya terima, BLT ini bukan buat orang yang menerima kredit, saya kan sudah lunas dan tidak ada kredit,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati memastikan, bagi UMKM yang gagal karena masalah Nomer Induk Kependudukan (NIK), masih bisa mendaftar ulang. “Namun, jika gagalnya karena ada pinjaman di bank atau usahanya dianggap tidak layak oleh Kementerian, kami tidak bisa membantu. Mendaftar kembali bisa dilakukan di masing-masing kelurahan,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/