alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

BPJS Ketenagakerjaan-Pemkot Probolinggo Optimalkan Program Jamsostek

BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) bersama Pemkot Probolinggo menggelar Focus Group Discussion (FGD). Rabu (15/9), dalam forum itu dibahas tentang Implementasi Permendagri Nomor 27/2021 dan Instruksi Presiden Nomor 2/2021.

Kegiatan yang digelar di Resort Jiwa Jawa Bromo, itu dihadiri Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dan Sekretaris Daerah, drg. Ninik Ira Wibawati. Serta, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan Arie Fianto Syofyan mengatakan, FGD dilakukan agar Pemkot dan BPJS Ketenagakerjaan bisa lebih fokus. Terutama untuk meningkatkan coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Probolinggo.

“Berdasarkan data BPS, penduduk Kota Probolinggo yang bekerja sebanyak 119.345 orang. Dari jumlah itu, masih sekitar 23 persen yang sudah ter-cover BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Menurutnya, jika dilihat dari semangat dan perhatian Wali Kota, universal coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Probolinggo akan tercapai dalam waktu dekat. Karena, Wali Kota dan semua kepala OPD sudah satu tujuan memberikan perlindungan sosial untuk masyarakat Kota Probolinggo.

DISKUSI: Focus Group Discussion bersama BPJS Ketenagakerjaan dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Arifin, Sekda Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, dan para kepala OPD.

“Bahkan, beliau sudah menerbitkan regulasi terkait kepesertaan BPJS . Contohnya, RT/RW Kota Probolinggo sudah masuk. Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami berharap terobosan Wali Kota ini bisa menular ke daerah lainnya,” harapnya.

Berdasarkan FGD kemarin, ada sekitar 28 ribu pekerja rentan atau pekerja bukan penerima upah (BPU) di Kota Probolinggo. Mereka menjadi proyeksi utama dalam jangka waktu dekat.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menyatakan, siap berupaya memberikan perlindungan sosial pada warganya melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Diupayakan sesegera mungkin universal coverage di Kota Probolinggo bisa tercapai.

BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) bersama Pemkot Probolinggo menggelar Focus Group Discussion (FGD). Rabu (15/9), dalam forum itu dibahas tentang Implementasi Permendagri Nomor 27/2021 dan Instruksi Presiden Nomor 2/2021.

Kegiatan yang digelar di Resort Jiwa Jawa Bromo, itu dihadiri Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dan Sekretaris Daerah, drg. Ninik Ira Wibawati. Serta, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan Arie Fianto Syofyan mengatakan, FGD dilakukan agar Pemkot dan BPJS Ketenagakerjaan bisa lebih fokus. Terutama untuk meningkatkan coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Probolinggo.

“Berdasarkan data BPS, penduduk Kota Probolinggo yang bekerja sebanyak 119.345 orang. Dari jumlah itu, masih sekitar 23 persen yang sudah ter-cover BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Menurutnya, jika dilihat dari semangat dan perhatian Wali Kota, universal coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Probolinggo akan tercapai dalam waktu dekat. Karena, Wali Kota dan semua kepala OPD sudah satu tujuan memberikan perlindungan sosial untuk masyarakat Kota Probolinggo.

DISKUSI: Focus Group Discussion bersama BPJS Ketenagakerjaan dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Arifin, Sekda Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, dan para kepala OPD.

“Bahkan, beliau sudah menerbitkan regulasi terkait kepesertaan BPJS . Contohnya, RT/RW Kota Probolinggo sudah masuk. Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami berharap terobosan Wali Kota ini bisa menular ke daerah lainnya,” harapnya.

Berdasarkan FGD kemarin, ada sekitar 28 ribu pekerja rentan atau pekerja bukan penerima upah (BPU) di Kota Probolinggo. Mereka menjadi proyeksi utama dalam jangka waktu dekat.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menyatakan, siap berupaya memberikan perlindungan sosial pada warganya melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Diupayakan sesegera mungkin universal coverage di Kota Probolinggo bisa tercapai.

MOST READ

BERITA TERBARU

/