alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Amankan Manusia Silver asal Cirebon di Simpang Empat Brak

KANIGARAN, Radar Bromo– Manusia silver asal Cirebon, Didi, 33, diamankan Satpol PP Kota Probolinggo. Kamis (16/9), Didi ketahuan “mengamen” di simpang empat Brak, Kota Probolinggo.

Sudah dua hari Didi mengamen di jalanan. Pria yang ngontrak di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu mengamen dengan cara mengecat tubuhnya menjadi silver.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengaku, pada dasarnya tidak mempersoalkan seseorang berkreasi untuk menghasilkan uang. Namun, persoalannya, Didi beraksi di tempat terlarang. Ia “mengamen” di jalanan.

“Aktivitas seni yang dilakukannya, tidak ada persoalan. Asalkan dilakukan di tempat yang tidak dilarang,” ujarnya.

Karenanya, Didi diamankan ke Markas Satpol PP. Ia dinilai melanggar Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 2/2020 tentang Perubahan Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 1/2019. Yakni, tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

“Sesuai tupoksi Satpol PP dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait keberadaan manusia silver yang meminta-minta di lampu merah Brak, kami melaksanakan kegiatan operasi penertiban. Manusia silver ini dibawa ke mako sekitar pukul 10.00,” jelasnya.

Didi dibina. Diminta menulis surat pernyataan untuk tidak mengulang perbuatannya. Selesai, dia diminta pulang. “Masih pembinaan agar tidak beraktivitas di perempatan lagi,” ujarnya. (rpd/rud)

 

KANIGARAN, Radar Bromo– Manusia silver asal Cirebon, Didi, 33, diamankan Satpol PP Kota Probolinggo. Kamis (16/9), Didi ketahuan “mengamen” di simpang empat Brak, Kota Probolinggo.

Sudah dua hari Didi mengamen di jalanan. Pria yang ngontrak di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu mengamen dengan cara mengecat tubuhnya menjadi silver.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengaku, pada dasarnya tidak mempersoalkan seseorang berkreasi untuk menghasilkan uang. Namun, persoalannya, Didi beraksi di tempat terlarang. Ia “mengamen” di jalanan.

“Aktivitas seni yang dilakukannya, tidak ada persoalan. Asalkan dilakukan di tempat yang tidak dilarang,” ujarnya.

Karenanya, Didi diamankan ke Markas Satpol PP. Ia dinilai melanggar Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 2/2020 tentang Perubahan Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 1/2019. Yakni, tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

“Sesuai tupoksi Satpol PP dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait keberadaan manusia silver yang meminta-minta di lampu merah Brak, kami melaksanakan kegiatan operasi penertiban. Manusia silver ini dibawa ke mako sekitar pukul 10.00,” jelasnya.

Didi dibina. Diminta menulis surat pernyataan untuk tidak mengulang perbuatannya. Selesai, dia diminta pulang. “Masih pembinaan agar tidak beraktivitas di perempatan lagi,” ujarnya. (rpd/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/