Radar Bromo

Per 21 September, Tak Pakai Masker di Probolinggo Bisa Didenda-Pidana

MAYANGAN, Radar Bromo – Beragam upaya terus dilakukan untuk mendisiplinkan warga dalam mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, Polres Probolinggo Kota mulai 21 September akan menerapkan sanksi pidana dan denda bagi warga melanggar.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya mengatakan, sesuai arahan Forkopimda, per 21 September akan menerapkan peraturan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 02/2020. Bagi pelanggar yang tetap ngotot atau menghalangi petugas, akan diterapkan Undang-Undang Nomor 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Dengan undang-undang tersebut, pelanggar bisa diancam dengan hukuman pidana selama setahun.

Selain itu, polisi juga menyiapkan Undang-Undang Nomor 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Dalam pasal 93 undang-undang tersebut, warga juga harus mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Bila tidak patuh atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan hingga menyebabkan kedaruratan, dapat dipidana selama setahun dan atau denda Rp 100 juta.

Tak hanya itu, kata Ambariyadi, dalam KUHP juga ada sejumlah pasal mengenai aksi melawan pejabat yang menjalankan tugas,. Seperti, pasa 212 KUHP dengan ancaman pidana penjara 1,4 tahun. Jika dilakukan oleh dua orang atau lebih, diancam hukuman penjara maksimal 7 tahun sebagaimana diatur dalam pasal 214 KUHP.

“Dengan hal itu, sudah jelas dan tegas, bagi masyarakat yang tidak taat akan mendapatkan sejumlah sanksi tersebut. Bahkan, dijelaskan pada pasal 216 ayat (1) KUHP, jika tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang dipidana penjara paling lama 4 bulan 2 minggu,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan isi pasal 218 KUHP, yang mengatur tentang kerumunan massa. Menurutnya, barang siapa pada waktu rakyat datang berkurumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh petugas yang berwenang, maka terancam hukuman penjara selama 4 bulan 2 minggu.

Ambariyadi mengatakan, aturan ini akan dilaksanakan dengan tegas sesuai ketentuan. Serta, tidak akan menerima alasan dari warga, tidak memakai masker karena lupa atau tidak punya. Sebab, sebelumnya sudah dilakukan perasi prefentif dengan membagi-bagikan masker oleh sejumlah pihak.

“Jauh sebelumnya sudah ada pemberian masker bagi yang tidak menggunakan. Bahkan, pada saat Operasi Patuh Semeru juga ditumpangi dengan pembagian masker. Karenanya, tidak ada lagi alasan bagi warga untuk tidak taat,” ujarnya. (rpd/rud)

Exit mobile version