Radar Bromo

Pasien Covid Melonjak, Perketat Pengawasan Wisata di Kab Probolinggo

DRINGU, Radar Bromo – Pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo, diperketat. Hal ini menyusul makin banyaknya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Bahkan, rencana Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo menaikkan kuota kunjungan menjadi 60 persen di seluruh destinasi wisatanya, diurungkan.

“Pertimbangan reaktivasi wisata lokal sebenarnya mengembalikan kesejahteraan masyarakat yang mengalami penurunan. Khususnya, masyarakat yang bekerja di sektor wisata. Kuota pengunjung akan dinaikkan secara bertahap, tetapi kondisi belum memungkinkan, sehingga masih kami batasi tetap 40 persen,” ujar Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto.

Selain itu, aturan terhadap pengelola dan pengunjung lebih diperketat. Jika dulu masih terkesan hanya formalitas, kini dilakukan dengan sungguh-sungguh. Pengunjung yang tidak memakai masker dilarang masuk. Serta, menyuruh pengunjung kembali atau membeli masker dulu.

Bagi pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat Celsius, diharuskan beristirahat terlebih dahulu. “Protokol kesehatan benar-benar diperhatikan oleh pengelola yang dibantu Forkopimka. Kami tidak ingin muncul pasien Covid dari klaster wisata,” katanya.

Inspeksi mendadak juga dilakukan. Tujuannya, untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan baik. Tidak hanya takut saat ada petugas yang mengawasi, tetapi dengan kesadaran bahwa protokol kesehatan merupakan sebuah kebutuhan.

“Perkembangan Covid-19 juga kami perhatikan betul. Jangan sampai nantinya terjadi lonjakan lagi. Karena itu, kami senantiasa berkoordinasi dengan satgas (satuan tugas) agar segala kemungkinan buruk dapat dihindari,” ujar Sugeng. (ar/rud)

Exit mobile version