alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Ajukan Rekom Buka Wisata Bromo bila Vaksinasi di Sukapura Tuntas

SUKAPURA, Radar Bromo – Vaksinasi Covid-19 di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang mencapai 100 persen menjadi perhatian banyak pihak. Desa lain di Kabupaten Probolinggo, pun didorong untuk menirunya. Terutama di Kecamatan Sukapuara. Karena, capaian ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk pengajuan rekomendasi dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo.

Tokoh Masyarakat Tengger Sukapura Supoyo mengatakan, vaksinasi di Desa Ngadisari sudah tuntas 100 persen. Ia berharap desa-desa lain, khususnya di Kecamatan Sukapura, juga bisa tuntas, minimal 70 persen.

Dengan begitu, kata Supoyo, hasilnya bisa segera dibawa dan diajukan ke pemerintah pusat, untuk mendapatkan rekomendasi dibukanya destinasi wisata. Khususnya, wisata di kawasan Gunung Bromo, yang berada di Kecamatan Sukapura.

Supoyo mengatakan, hal itu akan dilakukan jika vaksinasi di Kecamatan Sukapura sudah mencapai minimal 70 persen. Sedangkan, sejauh ini baru tercapai sekitar 35 persen.

“Jika vaksinasi yang tuntas hanya Desa Ngadisari, tidak bisa diajukan ke pusat oleh TNBTS atau pemerintah daerah, untuk jadi bahan pembukaan wisata kawasan Bromo. Karena itu, saya mendorong semua desa dan komunitas wisata, segera tuntaskan vaksinasi. Seperti halnya pelaku hotel, sudah divaksin semua,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin mengatakan, vaksinasi menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Desa-desa yang capaian vaksinasi masih rendah, harus menjadi penggerak dan pendorong warganya untuk segera divaksin. Seperti Desa Ngadisari, yang sudah tuntas 100 persen.

“Saya minta semua kepala desa (kades) di Kabupaten Probolinggo tiru Desa Ngadisari. Melakukan pendekatan kepada warganya untuk mau divaksin. Jadi, vaksinasi di desa-desa tuntas 100 persen,” katanya.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi juga punya harapan sama. Katanya, kunci vaksinasi bisa tuntas dan diterima masyarakat, karena peran semua pihak. Kepala desa dan tokoh masyarakat, sama-sama melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman untuk ikut vaksinasi. Seperti dilakukan Desa Ngadisari.

“Desa Ngadisari, bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain. Supaya vaksinasi di Kabupaten Probolinggo bisa segera tuntas, minimal 70 persen,” ujarnya. (mas/rud)

SUKAPURA, Radar Bromo – Vaksinasi Covid-19 di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang mencapai 100 persen menjadi perhatian banyak pihak. Desa lain di Kabupaten Probolinggo, pun didorong untuk menirunya. Terutama di Kecamatan Sukapuara. Karena, capaian ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk pengajuan rekomendasi dibukanya kembali kawasan wisata Gunung Bromo.

Tokoh Masyarakat Tengger Sukapura Supoyo mengatakan, vaksinasi di Desa Ngadisari sudah tuntas 100 persen. Ia berharap desa-desa lain, khususnya di Kecamatan Sukapura, juga bisa tuntas, minimal 70 persen.

Dengan begitu, kata Supoyo, hasilnya bisa segera dibawa dan diajukan ke pemerintah pusat, untuk mendapatkan rekomendasi dibukanya destinasi wisata. Khususnya, wisata di kawasan Gunung Bromo, yang berada di Kecamatan Sukapura.

Supoyo mengatakan, hal itu akan dilakukan jika vaksinasi di Kecamatan Sukapura sudah mencapai minimal 70 persen. Sedangkan, sejauh ini baru tercapai sekitar 35 persen.

“Jika vaksinasi yang tuntas hanya Desa Ngadisari, tidak bisa diajukan ke pusat oleh TNBTS atau pemerintah daerah, untuk jadi bahan pembukaan wisata kawasan Bromo. Karena itu, saya mendorong semua desa dan komunitas wisata, segera tuntaskan vaksinasi. Seperti halnya pelaku hotel, sudah divaksin semua,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin mengatakan, vaksinasi menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Desa-desa yang capaian vaksinasi masih rendah, harus menjadi penggerak dan pendorong warganya untuk segera divaksin. Seperti Desa Ngadisari, yang sudah tuntas 100 persen.

“Saya minta semua kepala desa (kades) di Kabupaten Probolinggo tiru Desa Ngadisari. Melakukan pendekatan kepada warganya untuk mau divaksin. Jadi, vaksinasi di desa-desa tuntas 100 persen,” katanya.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi juga punya harapan sama. Katanya, kunci vaksinasi bisa tuntas dan diterima masyarakat, karena peran semua pihak. Kepala desa dan tokoh masyarakat, sama-sama melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman untuk ikut vaksinasi. Seperti dilakukan Desa Ngadisari.

“Desa Ngadisari, bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain. Supaya vaksinasi di Kabupaten Probolinggo bisa segera tuntas, minimal 70 persen,” ujarnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/