alexametrics
30.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Target PAD Kab Probolinggo Masih Kurang Rp 204 Miliar

DRINGU, Radar Bromo – Perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo, tahun ini masih perlu terus dipompa. Hingga akhir Mei 2021, realisasinya masih rendah. Hanya Rp 37 miliar. Targetnya mencapai Rp 241 miliar.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, dalam APBD 2021, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp 2,336 triliun. Salah satu sumbernya adalah PAD yang ditarget Rp 241 miliar.

PAD itu diharapkan diperoleh dari sektor pajak daerah Rp 61 miliar, retribusi daerah sekitar Rp 17,3 miliar, dan pendapatan lain-lain yang sah sekitar Rp 157 miliar. Dari sumber lain-lain itu, paling besar dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sekitar Rp 150 miliar. Namun, hingga akhir Mei, PAD dari sektor BLUD belum masuk.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina tidak menampik masih rendahnya capaian realisasi PAD. Menurutnya, PAD yang masih di bawah target dari sektor pajak hotel, resto, rumah makan, dan hiburan. Selain itu, ada retribusi pelayanan kesehatan, pengujian kendaraan bermotor, tempat rekreasi, dan izin mendirikan bangunan (IMB).

“Salah satu penyebabnya, karena masih adanya pembatasan aktivitas hiburan atau rekreasi akibat pandemi Covid-19,” katanya.

PAD dari tempat hiburan atau rekreasi (wisata), baru tercapai sekitar Rp 250 juta dari target sekitar Rp 2,6 miliar. Kemudian, ada retribusi IMB yang ditarget Rp 1,5 miliar baru tercapai sekitar Rp 330 juta.

Dewi mengatakan, adanya pandemi korona sangat berpengaruh terhadap realisasi PAD. Namun, masih ada waktu sekitar setengah tahun anggaran untuk bisa memaksimalkan capaiannya. Salah satunya dari pendapatan BLUD.

“Sebenarnya BLUD ditarget sekitar Rp 150 miliar dan sudah terealisasi sekitar 30 persen. Hanya saja belum bisa di-posting, karena masih dalam proses paralelisasi sistem BLUD dengan SIPD,” ujarnya. (mas/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo, tahun ini masih perlu terus dipompa. Hingga akhir Mei 2021, realisasinya masih rendah. Hanya Rp 37 miliar. Targetnya mencapai Rp 241 miliar.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, dalam APBD 2021, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp 2,336 triliun. Salah satu sumbernya adalah PAD yang ditarget Rp 241 miliar.

PAD itu diharapkan diperoleh dari sektor pajak daerah Rp 61 miliar, retribusi daerah sekitar Rp 17,3 miliar, dan pendapatan lain-lain yang sah sekitar Rp 157 miliar. Dari sumber lain-lain itu, paling besar dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sekitar Rp 150 miliar. Namun, hingga akhir Mei, PAD dari sektor BLUD belum masuk.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina tidak menampik masih rendahnya capaian realisasi PAD. Menurutnya, PAD yang masih di bawah target dari sektor pajak hotel, resto, rumah makan, dan hiburan. Selain itu, ada retribusi pelayanan kesehatan, pengujian kendaraan bermotor, tempat rekreasi, dan izin mendirikan bangunan (IMB).

“Salah satu penyebabnya, karena masih adanya pembatasan aktivitas hiburan atau rekreasi akibat pandemi Covid-19,” katanya.

PAD dari tempat hiburan atau rekreasi (wisata), baru tercapai sekitar Rp 250 juta dari target sekitar Rp 2,6 miliar. Kemudian, ada retribusi IMB yang ditarget Rp 1,5 miliar baru tercapai sekitar Rp 330 juta.

Dewi mengatakan, adanya pandemi korona sangat berpengaruh terhadap realisasi PAD. Namun, masih ada waktu sekitar setengah tahun anggaran untuk bisa memaksimalkan capaiannya. Salah satunya dari pendapatan BLUD.

“Sebenarnya BLUD ditarget sekitar Rp 150 miliar dan sudah terealisasi sekitar 30 persen. Hanya saja belum bisa di-posting, karena masih dalam proses paralelisasi sistem BLUD dengan SIPD,” ujarnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU