alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Pemkot Probolinggo Gelar Job Fair 2021 dengan Prokes Ketat

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 berlangsung sejak Maret 2020 sampai sekarang. Dampaknya luar biasa bagi masyarakat. Selain sektor kesehatan, pandemi sangat berpengaruh pada perekonomian.  Pemkot Probolinggo memberikan solusinya.

Salah satu dampak nyata pandemi itu ialah pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi tenaga kerja di perusahaan. Banyak juga pekerja yang terpaksa dirumahkan. Di sisi lain, angkatan kerja semakin bertambah. Padahal, lowongan kerja kian terbatas.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menggeber Probolinggo Job Fair 2021. Kegiatan solutif ini diprakarsai oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM PTSP dan Naker) Kota Probolinggo.

Dalam Probolinggo Job Fair 2021 ini, Pemkot Probolinggo melakukan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan berbasis kompetensi. Masyarakat dapat menggali bakat dan kemampuannya. Meningkatkan produktivitas, disiplin, dan etos kerja.

Job fair yang ditunggu-tunggu masyarakat ini diperkirakan diserbu para pencari kerja (pencaker). Lebih-lebih ada 32 perusahaan yang ikut serta. Karena itu, penegakan protokol kesehatan tetap menjadi perhatian. Pemkot Probolinggo memperhatikan petunjuk dan anjuran Satgas Covid-19 Kota Probolinggo.

Salah satunya, membagi kegiatan job fair di tiga lokasi. Masing-masing di UPT BLK Disnaker Pemkot Probolinggo, Jl Brantas KM 01 Kota Probolinggo. Dua lokasi lainnya adalah Museum Probolinggo di Jl Suroyo dan Museum Dr Saleh, Jl Dr Saleh. Ketiganya berlangsung serentak.

TABUH GONG: Penabuhan gong oleh Asisten Pemerintahan Ir. Gogol Sudjarwo M.Si menandai dimulainya Probolinggo Job Fair 2021, di tiga lokasi sekaligus, (15/6).

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo melalui Asisten Pemerintahan Ir Gogol Sudjarwo, M.Si. menjelaskan, Probolinggo Job Fair ini merupakan salah satu wadah bertemunya perusahaan sebagai perekrut karyawan dan pelamar sebagai pencari kerja.

Tujuannya, memberikan pelayanan dalam penempatan tenaga kerja secara cepat, tepat, dan efisien kepada pencari kerja. Pada akhirnya tingkat pengangguran di Kota Probolinggo akan berkurang. Saling menguntungkan antara pencari kerja dan perusahaan.

Perusahaan biasanya sulit mencari tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi. Sebaliknya, pencari kerja juga sulit memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. Itu akibat kurangnya informasi. Dengan Probolinggo Job Fair 2021 ini, keduanya diuntungkan. Pencari kerja maupun peserta pelatihan akan menuai dampak positifnya. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo akan meningkat.

Ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Plt Kepala DPM PTSP dan Naker Fatchur Rozi, SH., MM., menjelaskan, peserta Probolinggo Job Fair 2021 ini mencapai 32 perusahaan. Lokasinya dibagi tiga. Jumlah pencari kerja dibatasi sekitar 1.000 orang. “Total ini ya,“ ujar Rozi.

PROKES: Usai membuka Probolinggo Job Fair 2021, Asisten Ir. Gogol bersama perwakilan forkopimda menijau lokasi Job fair sambil menyapa perwakilan perusahaan. Tampak HRD stand PT. WIT yang dikenal dengan produk smartphone Oppo.

Seperti halnya perusahaan peserta job fair, lanjut Rozi, pencaker yang juga disebar di tiga lokasi pun masih dibagi lagi menjadi beberapa sesi. Mereka menyerahkan lamaran tidak dalam waktu bersamaan. Yakni, setiap kelipatan 90 pencari kerja. Intinya, kegiatan ini sudah sesuai anjuran Satgas Covid-19. Salah satunya, menghindari kerumunan.

Namun, lanjut Rozi, meski pencaker hanya dibatasi hingga 1.000 peserta, tidak serta-merta kesempatan mereka untuk mencari kerja di Probolinggo Job Fair ini tertutup. Pencaker lain tetap bisa mengikuti Probolinggo Job Fair besok, Rabu (17/6).

Hanya teknisnya yang berbeda. Mereka boleh mengantarkan lamaran pekerjaan ke kantor DPM PTSP dan Naker Kota Probolinggo di Jl Slamet Riyadi, Kota Probolinggo. “Jadi, pencaker ini hanya naruh lamaran langsung pulang. Sehingga tetap tidak ada kerumunan,“ papar Rozi lagi.

Sejatinya, kegiatan job fair ini rutin dilaksanakan setahun minimal dua kali. Namun, karena pandemi masih berlangsung, sepanjang 2020 tak satu pun job fair bisa digelar Pemkot Probolinggo. “Insyaallah, antara September-Oktober mendatang, kami gelar Probolinggo Job Fair lagi. Semoga penggelembungan pencari kerja selama setahun kemarin bisa terserap. Melalui penempatan kerja yang sesuai kualifikasi dan kebutuhan perusahaan,“ tegas Rozi. (*/el)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 berlangsung sejak Maret 2020 sampai sekarang. Dampaknya luar biasa bagi masyarakat. Selain sektor kesehatan, pandemi sangat berpengaruh pada perekonomian.  Pemkot Probolinggo memberikan solusinya.

Salah satu dampak nyata pandemi itu ialah pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi tenaga kerja di perusahaan. Banyak juga pekerja yang terpaksa dirumahkan. Di sisi lain, angkatan kerja semakin bertambah. Padahal, lowongan kerja kian terbatas.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menggeber Probolinggo Job Fair 2021. Kegiatan solutif ini diprakarsai oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM PTSP dan Naker) Kota Probolinggo.

Dalam Probolinggo Job Fair 2021 ini, Pemkot Probolinggo melakukan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan berbasis kompetensi. Masyarakat dapat menggali bakat dan kemampuannya. Meningkatkan produktivitas, disiplin, dan etos kerja.

Job fair yang ditunggu-tunggu masyarakat ini diperkirakan diserbu para pencari kerja (pencaker). Lebih-lebih ada 32 perusahaan yang ikut serta. Karena itu, penegakan protokol kesehatan tetap menjadi perhatian. Pemkot Probolinggo memperhatikan petunjuk dan anjuran Satgas Covid-19 Kota Probolinggo.

Salah satunya, membagi kegiatan job fair di tiga lokasi. Masing-masing di UPT BLK Disnaker Pemkot Probolinggo, Jl Brantas KM 01 Kota Probolinggo. Dua lokasi lainnya adalah Museum Probolinggo di Jl Suroyo dan Museum Dr Saleh, Jl Dr Saleh. Ketiganya berlangsung serentak.

TABUH GONG: Penabuhan gong oleh Asisten Pemerintahan Ir. Gogol Sudjarwo M.Si menandai dimulainya Probolinggo Job Fair 2021, di tiga lokasi sekaligus, (15/6).

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo melalui Asisten Pemerintahan Ir Gogol Sudjarwo, M.Si. menjelaskan, Probolinggo Job Fair ini merupakan salah satu wadah bertemunya perusahaan sebagai perekrut karyawan dan pelamar sebagai pencari kerja.

Tujuannya, memberikan pelayanan dalam penempatan tenaga kerja secara cepat, tepat, dan efisien kepada pencari kerja. Pada akhirnya tingkat pengangguran di Kota Probolinggo akan berkurang. Saling menguntungkan antara pencari kerja dan perusahaan.

Perusahaan biasanya sulit mencari tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi. Sebaliknya, pencari kerja juga sulit memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. Itu akibat kurangnya informasi. Dengan Probolinggo Job Fair 2021 ini, keduanya diuntungkan. Pencari kerja maupun peserta pelatihan akan menuai dampak positifnya. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo akan meningkat.

Ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Plt Kepala DPM PTSP dan Naker Fatchur Rozi, SH., MM., menjelaskan, peserta Probolinggo Job Fair 2021 ini mencapai 32 perusahaan. Lokasinya dibagi tiga. Jumlah pencari kerja dibatasi sekitar 1.000 orang. “Total ini ya,“ ujar Rozi.

PROKES: Usai membuka Probolinggo Job Fair 2021, Asisten Ir. Gogol bersama perwakilan forkopimda menijau lokasi Job fair sambil menyapa perwakilan perusahaan. Tampak HRD stand PT. WIT yang dikenal dengan produk smartphone Oppo.

Seperti halnya perusahaan peserta job fair, lanjut Rozi, pencaker yang juga disebar di tiga lokasi pun masih dibagi lagi menjadi beberapa sesi. Mereka menyerahkan lamaran tidak dalam waktu bersamaan. Yakni, setiap kelipatan 90 pencari kerja. Intinya, kegiatan ini sudah sesuai anjuran Satgas Covid-19. Salah satunya, menghindari kerumunan.

Namun, lanjut Rozi, meski pencaker hanya dibatasi hingga 1.000 peserta, tidak serta-merta kesempatan mereka untuk mencari kerja di Probolinggo Job Fair ini tertutup. Pencaker lain tetap bisa mengikuti Probolinggo Job Fair besok, Rabu (17/6).

Hanya teknisnya yang berbeda. Mereka boleh mengantarkan lamaran pekerjaan ke kantor DPM PTSP dan Naker Kota Probolinggo di Jl Slamet Riyadi, Kota Probolinggo. “Jadi, pencaker ini hanya naruh lamaran langsung pulang. Sehingga tetap tidak ada kerumunan,“ papar Rozi lagi.

Sejatinya, kegiatan job fair ini rutin dilaksanakan setahun minimal dua kali. Namun, karena pandemi masih berlangsung, sepanjang 2020 tak satu pun job fair bisa digelar Pemkot Probolinggo. “Insyaallah, antara September-Oktober mendatang, kami gelar Probolinggo Job Fair lagi. Semoga penggelembungan pencari kerja selama setahun kemarin bisa terserap. Melalui penempatan kerja yang sesuai kualifikasi dan kebutuhan perusahaan,“ tegas Rozi. (*/el)

MOST READ

BERITA TERBARU