alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Waspada DBD di Kota Probolinggo! 4,5 Bulan, 161 Kasus, 3 Meninggal

MAYANGAN, Radar Bromo- Pandemi Covid-19 di Kota Probolinggo mulai landai. Namun, masalah kesehatan tak boleh diabaikan. Kini, kasus demam berdarah dengue (DBD) terus mengancam. Bahkan, sudah ada tiga pasien yang berakhir dengan kematian.

Dari catatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Probolinggo, tahun ini kasus DBD lebih tinggi dibanding tahun kemarin. Sampai minggu kedua Mei 2022, tercatat ada 161 kasus. Sepanjang 2021, ada 153 kasus tanpa adanya temuan kematian.

“Kasus DBD tertinggi di Kecamatan Kanigaran, sebanyak 64 kasus. Disusul dengan Kecamatan Mayangan sebanyak 46 kasus,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Kota Probolinggo Eko Sudiwiharti, Minggu (15/5).

Tingginya kasus DBD tahun ini, kata Eko, disebabkan adanya perubahan cuaca. Kini memasuki pancaroba dari musim hujan menuju kemarau. Tetapi, masih sering terjadi bersamaan antara hujan dan panas.

Kondisi ini membuat populasi nyamuk Aedes Aegepty meningkat, sehingga berdampak terhadap peningkatan kasus. “Cuaca seperti saat ini membuat penyebaran nyamuk demam berdarah semakin tinggi. Makanya temuan kasusnya meningkat,” ujarnya.

Dari ratusan pasien, ada tiga pasien yang nyawanya tidak tertolong. Masing-masing berasal dari Kecamatan Kanigaran, Kecamatan Kademangan, dan Kecamatan Wonoasih.

Eko mengatakan, adanya kematian biasanya diawali kurangnya kewaspadaan dari pasien dan keluarganya. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat lebih waspada. Tidak menganggap remeh keluarganya yang sakit. Saat sakit, sebaiknya segera memeriksakan diri.

MAYANGAN, Radar Bromo- Pandemi Covid-19 di Kota Probolinggo mulai landai. Namun, masalah kesehatan tak boleh diabaikan. Kini, kasus demam berdarah dengue (DBD) terus mengancam. Bahkan, sudah ada tiga pasien yang berakhir dengan kematian.

Dari catatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Probolinggo, tahun ini kasus DBD lebih tinggi dibanding tahun kemarin. Sampai minggu kedua Mei 2022, tercatat ada 161 kasus. Sepanjang 2021, ada 153 kasus tanpa adanya temuan kematian.

“Kasus DBD tertinggi di Kecamatan Kanigaran, sebanyak 64 kasus. Disusul dengan Kecamatan Mayangan sebanyak 46 kasus,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Kota Probolinggo Eko Sudiwiharti, Minggu (15/5).

Tingginya kasus DBD tahun ini, kata Eko, disebabkan adanya perubahan cuaca. Kini memasuki pancaroba dari musim hujan menuju kemarau. Tetapi, masih sering terjadi bersamaan antara hujan dan panas.

Kondisi ini membuat populasi nyamuk Aedes Aegepty meningkat, sehingga berdampak terhadap peningkatan kasus. “Cuaca seperti saat ini membuat penyebaran nyamuk demam berdarah semakin tinggi. Makanya temuan kasusnya meningkat,” ujarnya.

Dari ratusan pasien, ada tiga pasien yang nyawanya tidak tertolong. Masing-masing berasal dari Kecamatan Kanigaran, Kecamatan Kademangan, dan Kecamatan Wonoasih.

Eko mengatakan, adanya kematian biasanya diawali kurangnya kewaspadaan dari pasien dan keluarganya. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat lebih waspada. Tidak menganggap remeh keluarganya yang sakit. Saat sakit, sebaiknya segera memeriksakan diri.

MOST READ

BERITA TERBARU

/